Floresa.co – Akibat mengkonsumsi miras yang dicampur methanol, 90 orang tewas di Mumbai, India. Sementara ratusan pasien lain masih dirawat  di rumah sakit sejak Rabu Kemarin.

Wakil komisaris polisi Mumbai, Dhananjay Kulkarni, mengatakan bahwa korban tewas akibat minuman keras oplosan itu bisa mencapai tiga ratusan orang, seperti diberitakan ABC, Minggu (21/6).

“Sembilan puluh orang meninggal saat ini. Lebih dari 40 lainnya dirawat di rumah sakit dan jumlah tewas bisa mencapai 100 orang,” ujar Kulkarni.

Jumlah korban tewas terus bertambah sejak Rabu pagi lalu setelah meminum miras tersebut. Pasien baru masih terus berdatangan ke rumah sakit hingga Sabtu kemarin.

Berdasarkan penyelidikan, minuman keras tradisional  itu mengandung cairan methanol . Cairan ini biasanya digunakan untuk mencegah pembekuan atau sebagai bahan bakar.

Bahan yang berbahaya jika dikonsumsi ini biasa ditambahkan di miras untuk meningkatkan kadar alkohol dengan cara murah dan cepat. Hampir di seluruh India, Miras yang dioplos methanol  ini dijual murah dengan harga kurang dari US$1 per 250 mililiter.

Kasus kematian akibat meminum cairan ini kerap terjadi. Namun kasus yang terjadi di wilayah perkotaan seperti Mumbai tercatat sangat jarang.

Kasus serupa yang terparah di Mumbai terakhir terjadi pada 2004 saat sekitar 100 orang meninggal karena menenggak miras oplosan (Hipatios Labut/Floresa).