Ruteng, Floresa.co – Christian Rotok, Bupati Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu kepala daerah yang sangat doyan menerbitkan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Hal itu ditegaskan, Melky Nahar, Manager Kampanye Wahana Lingkungan (Wahli) dalam seminar “Review Kebijakan Pertambangan di Manggarai Raya” yang berlangsung di aula Efata Ruteng, hari ini Sabtu (20/6/2015).

Dalam seminar yang dihadiri 200-an peserta dari berbagai kalangan itu, Melky mengatakan, data hingga kini, di Kabupaten Manggarai terdapat 23 IUP.

Dari jumlah tersebut terdapat satu IUP yang sempat beroperasi di kawasan hutan lindung RTK 103 Nggalak Rego.

Ia mengatakan, luas lahan tempat beroperasinya PT Sumber Jaya Asia (SJA) di hutan Negara Nggalak-Rego mencapai 1897 hektar.

Selain itu, ia juga menyebutkan, di Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, PT Manggarai Manganese (MM) beroperasi di kawasan hutan lindung, yakni, hutan Sawi Sange.

Nahar menduga ada transaksi gelap di balik penerbitan IUP di Manggarai karena ia hadir setiap momen Pilkada. Kata dia, berdasarkan kecendrungan yang terjadi selama ini, proses IUP tanpa ada persetujuan masyarakat.

“Bupati lebih banyak secara sepihak menerbitkan IUP,” katanya.

Sementara itu, pembicara lain dalam seminar itu, Pastor Mikael Peruhe OFM dari JPIC OFM-Indonesia mengatakan, terdapat banyak dampak negatif pertambangan di Manggarai, termasuk alih fungsi lahan warga.

“Di saat masyarakat kita belum mengerti betul tentang pertambangan, saat itulah pertambangan hadir,” tegasnya. (Ardy Abba/ARL/Floresa)