Pastor Mike Peruhe OFM

Ruteng, Floresa.co – Pernyataan Bupati Manggarai Christian Rotok beberapa waktu lalu yang menghina kelompok penolak tambang mendapat kecaman dari JPIC-OFM.

Pastor Mike Peruhe OFM dari Bidang Advokasi JPIC-OFM menyebut apa yang dikatakan Rotok merupakan bagian dari upaya memperlemah perlawanan terhadap tambang.

“Ini senjata untuk melemahkan perjuangan tolak tambang di Manggarai Raya,” ujar Pastor Mike dalam seminar yang digelar oleh Forum Aliansi Peduli Ekologi di Aula Efata, Ruteng, Sabtu (20/6/2015).

Pernyataan itu ia sampaikan menjawab pertanyaan seorang peserta seminar terkait pernyataan Rotok dalam berita di Harian Kompas, Selasa (17/2/2015) lalu.

“Mereka yang keberatan (dengan tambang-red) itu, yang sudah habis uangnya. Sebelumnya, juga mau terima,” kata Rotok

Rotok mengatakan hal itu saat menjawab pertanyaan soal konflik tambang di Manggarai, di mana ada warga yang menolak dan ada yang menerima tambang.

Pastor Mike menegaskan, pemerintah memang terus melihat pertambangan sebagai suatu cara untuk mendulang keuntungan.

Karena itu, jelasnya, banyak kepala daerah di NTT berbondong-bondong untuk menerbitkan Izin Usaha Pertambangan (IUP), sehingga terjadi over eksploitasi mineral di daerah-daerah.

Di Manggarai, ia menyebutkan, asumsi yang dipakai pemerintah adalah asumsi ilusif, yaitu dengan menegaskan bahwa tambang bisa mendorong kesejahteraan.

Ia mengatakan, kesejahteraan dengan menghadirkan tambang itu hanya mimpi.

“Agumentasi penerbitan IUP tidak rasional karena tidak mempertimbangkan hal-hal lain tanpa kajian yang mendalam, tanpa kalkulasi untung-rugi,” katanya.

Ia menambahkan, “kehadiran tambang justru memicu konflik, tanpa ada resolusi konflik yang tepat.” (Ardy Abba/Floresa)