Salah satu lokasi tambang di Manggarai Timur (Foto: dok. JPIC-OFM)

Floresa.co – Seminar di Ruteng hari ini, Sabtu (20/6/2015) membahas kebijakan pertambangan di Manggarai Raya, terutama di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

Namun, seminar itu hanya menghadirkan pembicara dari pihak yang menolak tambang, yakni Pastor Mikael Peruhe OFM dari JPIC-OFM Indonesia, Melky Nahar dari Walhi NTT dan Eddy Danggur dari kalangan akademisi yang juga menolak tambang.

Lantas, mengapa tidak ada wakil dari pemerintah yang hadir dalam seminar itu, sebagai pihak yang mendukung pertambangan.

Ketika ditemui Floresa.co di Ruteng, Sabtu pagi, Bupati Manggarai Cristian Rotok mengatakan tidak mengetahui seminar itu yang berlangsung di Aula Efata, Ruteng.

“Itu memang seminar tentang apa? Kami tidak diundang. ” kata Rotok.

Ia mengatakan akan hadir jika diundang. “Saya tidak tahu (seminar itu). Kalau diundang pasti hadir,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, tidak keberatan untuk me-review atau meninjau ulang kebijakan pertambanga.

“Kalau memang regulasi perintakan untuk review ya kita review. Kawasan hutan inikan ada aturannya untuk melakukan me-review,” ungkap bupati dua periode ini.

Informasi yang dihimpun Floresa.co panitia seminar sebenarnya sudah melayangkan undangan ke pihak Pemkab, yakni ke Dinas Pertambang dan Energi Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Hingga pelaksanaan seminar, Distamben Manggarai tidak mengindahkan undangan itu, sementara Distamben Matim menyatakan tidak akan menghadiri seminar itu.

Penyelenggara seminar ini adalah Forum Aliansi Peduli Ekologi, forum kerja sama antara JPIC-OFM Ruteng, Solidaritas Wartawan Manggarai (STAR), PMKRI Cabang Ruteng dan GMNI Cabang Manggarai. (Satria/Ardy Abba/ARL/Floresa)