Labuan Bajo, Floresa.co – Petugas yang menjaga lokasi wisata di Batu Cermin, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggar Timur (NTT) melakukan pungutan liar (pungli) untuk para pengunjung.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi C DPRD Mabar, Martin Warus di Labuan Bajo, Kamis (18/6/2015).

Ia mengatakan, para petugas tidak menyediakan karcis masuk untuk para wisatawan.

Namun, setelah pengunjung menikmati lokasi wisata di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo itu, para petugas lalu meminta bayaran kepada penunjung. Mereka menyebut itu sebagai uang rokok.

“Setiap ada pengujung di sana, tidak ada pengaturan yang baik. Bahkan, para pengunjung tidak ada panduan dari pegawai yang ada di pos penjagaan,” kata Martin.

Ia menambahkan, dirinya pernah memantau sekaligus berkunjung ke Gua Batu Cermin.

“Pegawai disana lasung mengatakan kepada saya, ‘Terima kasih Pak sudah kunjung kesini, karena Kepala Dinas Pariwisata tidak pernah kunjung kesini,’” demikian Martin.Batu Cermin

Ketika ia bertanya kepada para penjaga terkait karcis masuk, mereka menjawab, ‘masuk saja dulu pak nanti pulang baru bayar.”

Ia menjelaskan, setelah menimati gua itu, ia pun bertemu lagi dengan para penjaga.

Dirinya pun diminta membayar, tanpa ada ketentuan jelas terkait jumlah uang yang mesti ia keluarkan.

Namun, para penjaga mengatakan, ‘uang rokok saja pak. Kami tidak ada karcis. Dahulu ada karcis masuk, sekarang sudah tidak ada.”

Martin mengatakan, dirinya berharap tidak ada lagi pungutan liar di Batu Cermin.

“Karena  setiap hari selalu ada pengujung ke lokasi wisata Batu Cermin. Saya minta pemerintah daerah harus urus dengan baik,” katanya. (Sirilus Ladur/ARL/Floresa)