Floresa.co – Proses hukum kasus antara isteri Almarhum Laurens Bahang Dama, Katarina Siena Jerubu dan adik kandung Laurens, Sabinus Mpahar terus berlanjut.

Hari ini, sidang lanjutan kasus ini akan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, dengan agenda mendengar keterangan saksi yang meringankan dan pemeriksaan terdakwa.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sabinus dituding menggelapkan dana perusahan milik keluarga Laurens Dama PT BCB sebesar Rp 37.950.000.

Hingga kini, selama proses persidangan, termasuk pada sidang Kamis (11/6/2015) lalu, Katarina tetap tegas mengatakan, uang itu mesti dikembalikan ke PT BCB, meski Hakim Ketua, Hasoloan Sianturi yang menangani kasus ini selalu menganjurkan kedua belah pihak untuk berdamai dan meminta Sabinus mengembalikan uang itu.

Anjuran sang hakim telah menggerakan warga Manggarai di Bali untuk membantu Sabinus yang terbilang kurang mampu secara ekonomi.

Pada sidang Kamis pekan lalu, setelah agenda sidang mendengarkan keterangan dua saksi, pengacara Sabinus, Kristo Dugis meminta izin kepada hakim untuk menyerahkan uang hasil sumbangan warga Manggarai sebesar Rp 7.900.000 yang sebagiannya berupa koin.

Uang ini diserahkan oleh Sebastian Janggur, adik Sabinus.

Hakim Hasoloan lantas menanyakan kepada Katarina, apakah menerima uang tersebut.

Dengan lantang, Katarina mengatakan tidak akan menerima uang tersebut secara pribadi.

“Kalau mereka mau bayar, silakan langsung transfer ke rekening perusahaan PT BCB,” katanya.

Hakim Hasoloan pun menganjurkan uang tersebut digenapkan sampai Rp 37.950.000 dan ditransfer kepada PT BCB.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, uang Rp 7.900.000 tersebut sudah ditransfer ke PT BCB pada Jumat (12/6/2015) oleh keluarga Sabinus dan sisanya akan digenapi dalam waktu dekat.

Banyak warga asal Manggarai di Bali berharap masalah ini sebaiknya tidak diselesaikan di pengadilan, mengingat dekatnya hubungan keluarga antara Katarina dan Sabinus.

Namun, tampaknya harapan itu tidak bakal mewujud menjadi nyata.

Hingga kini, Sabinus masih ditahan di Kejaksaan Negeri Denpasar. Selama ini, setiap kali menghadiri sidang, pria dengan dua anak ini hadir di PN Denpasar dengan baju tahanan, yang hanya dilepas selama persidangan, lalu dipakai lagi usai sidang.

Seorang warga asal Manggarai di Bali yang selalu mengikuti proses persidangan kasus ini mengatakan kepada Floresa.co, banyak yang menangis setiap kali sidang berakhir.

“Termasuk isteri Sabinus, yang sekarang hanya mengharapkan bantuan keluarga Manggarai di Bali untuk memenuhi kebutuhan hidup, setelah suaminya itu ditahan,” tutur warga itu yang minta namanya tidak disebut. (ARL/Floresa)