Kedoya, Floresa.co – Sekitar seribu warga Manggarai Raya yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya menyaksikan pentas tari cari di Kedoya, Jakarta Barat, hari ini Selasa (2/6/2015).

Bunyi gong, diserta nyanyian dari para pemain caci seolah mengubah lapangan di depan aula Gereja Paroki St Andreas, Kedoya sebagai natas (lapangan di depan rumah) di tanah Manggarai Raya.

Dalam caci hari ini, yang jadi tuan rumah adalah warga Manggarai di Kedoya, Muara Baru dan Tangerang. Sementara tamu (meka landang) berasal dari Kalimalang, Jakarta Timur.

Tari caci ini dibuka resmi pukul 13.00 WIB, setelah Misa inkulturasi dalam bahasa Manggarai yang dipimpin Pastor Peter C Aman OFM, didampingi Pastor Alex Lanur OFM dan Romo Karolus Jande Pr.

Berlaku sebagai pemandu caci adalah Gabriel Mahal.

Ada yang unik dalam paki reis, pembukaan cari tadi. Selain diberikan kepada dua sesepuh Manggarai, Vinsen Siboe dan Lukas Lontong, hadir juga tamu kehormatan, Karni Ilyas, Pemimpin Redaksi TV One serta Presiden Indonesia Lawyers Club.

Karni Ilyas jadi pemimpin "meka landang"
Karni Ilyas jadi pemimpin “meka landang”

Karni, yang didandan dengan kain songke, menjadi pemimpin tim meka landang, di mana ia mendapat kesempatan menerima robo tuak, sebagai ucapan selamat datang dari tuan rumah.

Ia mengatakan, merasa sangat dihormati bisa hadir dalam acara ini.

“Saya merasa sangat bahagia bisa diberikan robo tuak ini dan diterima dalam budaya masyaraat Manggarai,” kata Karni.

Hingga berita ini diturunkan pertandingan caci masih berlangsung. Sejumlah tokoh senior Manggarai hadir ikut menonton, termasuk di antaranya Rofinus Lahur, Frans Nembo, Andre Garu, Boni Hargens dan Frans Nembo.

20150602_124317_resized
Caci disertai danding, membuat suasana begitu meriah

Suasana  yang panas di arena caci tak menyurutkan semangat para pemain dan penonton.

Bunyi gong dan grup danding yang terus menari membuat warga Manggarai di Jakarta merasa benar-benar di kampung halaman.

“Kita seperti sedang berada di Manggarai. Ini pengalaman istimewa,” kata Fr Charles Talu OFM, calon imam fransiskan yang ikut menonton acara ini. (Ari D/ARL/Floresa)