Gara-Gara Lokasi Puskesmas, Kades Golo Lembur Bersitegang dengan Wakil Bupati Matim

1
322

Benteng Jawa, Floresa.co – Polemik mengenai lokasi pembangunan puskemas di desa Golo Lembur, kecamatan Lamabaleda, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, hingga kini belum juga selesai.

Pemerintah Manggarai Timur masih berkukuh lokasi pembangunan puskesmas itu di kampung Wae Nenda. Sementara sejumlah kalangan termasuk kepala desa setempat menginginkan agar puskesmas dibangun di kampung Lompong.

Dua kampung ini sebenarnya masih berlokasi di desa Golo Lembur.

Gara-gara polemik lokasi pembangunan puskesmas ini, Kepala Desa Golo Lembur, Robertus Imbi bersitegang dengan Wakil Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, saat acara sosialisasi Undang-undang Politik dan Hak Asasi Manusia (Ham) yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Linmas (Kesbangpollinmas) Manggarai Timur di Aula Paroki Santu Petrus Benteng Jawa, Jumat (29/5/2015).

Tak mau menyia-nyiakan kesempatan satu forum dengan Wakil Buapti Manggarai Timur, Robert Imbi mengajukan pertanyaan. Gayung bersambut, karena moderator acara, Egi Asa memberikan kesempatan kepada Robert.

Robert Imbi bertanya kepada Wabub Agas tentang sikap Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Matim yang mengambil sebagian tanah kantor desa Golo Lembur untuk dibangun Puskesmas Wae Nenda.

“Saya mempertanyakan sikap Kepala Dinas Kesehatan dr. Philipus Mantur dan Kepala Bapeda, Belasius Tabur yang datang di Desa Golo Lembur untuk merencanakan pembangunan Puskesmas Wae Nenda. Tanah tersebut sangat sempit, tidak pas untuk dibangun Puskesmas,” kata Kades Imbi sambi tunjuk-tunjuk Wabub Agas.

Atas pertanyaan Kades Golo Lembur tersebut, Andreas Agas menjawab, Puskesmas tersebut tidak bisa dipindah-pindah.

“Pembangunan Puskesmas dilakukan di Wae Nenda karena merupakan peningkatan status dari sebelumnya berstatus Puskesmas Pembantu (Postu) menjadi Puskesmas Rawat Jalan. Jadi, tidak bisa dipindah-pindah, ini peningkatan status,” kata Agas.

Tidak puas dengan jawaban Andreas Agas, Robertus menyanggah Wabub Agas. Ia mempertanyakan tanah di Wae Nenda sempit, tidak pas untuk lokasi Puskesmas.

“Saya mengerti Pak, (tapi) tanah tersebut sangat kecil,” kata Robertus Imbi sambi tunjuk-tunjuk Andreas Agas.

Ajudan Wakil Bupati, Kanis Jempea yang ada di dalam ruanganya pun menegur Robert Imbi yang menunjuk-nunjuk wabub Agas. “Jangan pake tunjuk, turun tangan itu,” kata Kanis.

Perseteruan soal lokasi pembangunan Puskesmas di desa Golo Lembur ini sudah berbulan-bulan. Robert Imbi bahkan pada Februari lalu mengancam melapor ke polisi Kepala Dinas Kesehatan Philipus Mantur dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Belasius Tabur.

Untuk membangun Puksesmas ini, Pemda Matim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 450 juta dari APBD 2015. Bila tak ada sengketa soal lokasi, harusnya Juli nanti pembangunan fisik puskesmas tersebut sudah dimulai.

“Sekitar bulan Juli mulai bangun,”ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, dokter Philipus Mantur kepada Floresa.co, Senin (23/2/2015).

Satria/PTD/Floresa

Advertisement

1 Komentar

  1. Kajian teknis pembangunan pusk waeneda sdh dilaksanakn…dan sprtix alasan tanah trll smpit tdk bs digunakan.krn hasil produk perencanaan teknis menunjukan bahwa dapat dibangun di lokasi tersebut.selain itu juga pembangunan tsb dialokasikan untuk peningkatan status pustu waenenda shgg hrus dibangun lokasi semula pustu,,gedung pustu lama akan menjadi bagian dari pelyanan puskesmas waenenda.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini