Pengacara Marsel Ahang Ancam BK DPRD Manggarai

1
350

Floresa.co –  Marsel Suliman, pengacara Marsel Nagus Ahang mengancam akan menempuh langkah hukum jika kliennya merasa dirugikan dalam proses di internal DPRD lewat Badan Kehormatan (BK).

Kasus Marsel Ahang yang melapor Wakil Ketua DPRD Manggarai, Osy Gandut kini sedang ditangani BK DPRD.

Menurut Suliman, pada Jumat kemarin (29/5/2015), pihaknya sudah mengirim surat ke BK, meminta agar proses di internal BK dihentikan dulu.

Proses di internal, kata dia, dilakukan sampaia proses hukum kasus ini selesai.

“Terlalu prematur kalau BK periksa si Marsel, karena perkara pokoknya belum berjalan,” katanya.

Namun, kata dia, pihak BK menjanjikan, proses di internal tidak menyentuh hal-hal pokok dalam kasus ini.

Karena itu, ia mempersilahkan agar proses dilanjutkan, asal tidak merugikan kliennya. (Petrus D/ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

  1. kalau ingin agar demokrasi di tegak kan di Manggarai, maka DPR harus secara eksklusiv harus di artikan sebagai MCLJ(mu’u curup laro jaong) sehingga DPR manggarai akan benar2 mewakili suara rakyat Manggarai.

    Dalam tugas nya sebagai MCLJ, ia harus di berikan kebebasan untuk berbicara, bahkan semakin ceréwét maka seorang DPR akan semakin merepresentasi suara rakyat. (jangan pilih DPR bisu(maaf teman2 yang bisu)

    Di negara lain(yang sudah maju) para DPR diberikan imunisasi hukum saat dia berbicara didalam ruang parlemen, sehingga DPR boleh di katakan ‘kebal hukum’ saat dia berada di dalam parlemen. Hukum yang paling berat yang diterima oleh seorang anggota dewan dalam ruang parlemen adalah di skors sementara, misalnya anggota yang terlalu réwél bisa saja di usir selama satu jam ke luar ruang parlemen oleh ketua dewan ( tergantung tata tertib, parlemen)

    Tertuduh seharusnya hanya membuktikan bahwa tuduhan DPR adalah salah dan DPR harus bebas dari tuduhan balik karena sistim tuduh-menuduh hanya di praktekan utk politik para preman di jalanan.

    jikalau DPR takut berbicara maka demokrasi akan mati dan secara terselubung suara rakyat di bungkamkan. Lalu… untuk apa ada DPR?

    jikalau yang di tuduh oleh DPR tak bersalah maka orang2 sekitarnya harus membantu untuk bisa membuktikan bahwa ia tak bersalah.(semoga ia benar2 tak berslah)

    kalau bukan demikian maka rakyat akan selalu curiga bahkan tak salah kalau rakyat kini mencurigai bahwa pemerintah sedang melobi untuk melakukan aksi tawar-menawar dan membunuh waktu agar lambat laun masalah ini akan hilang di telan waktu sehingga rakyat akan melupakan nya begitu saja.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini