Kunjung ke Mabar, Anggota DPD Beri Bantuan Korban Kebakaran di Labuan Bajo

0
299

Labuan Bajo, Floresa.co – Sejumlah anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengunjungi 59 kepala keluarga korban kebakaran di kampung Ujung, kelurahan Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, Flores NTT. Para senator ini memberikan bantuan berupa uang yang sudah di bungkus dalam amplop.

Kunjungan ke korban kebakaran ini mereka lakukan disela-sela kunjungan kerja mereka di Kabupaten Manggarai Barat pada Jumat (29/5/2015).

Ada pun para anggota DPD yang hadir dalam kunjungan itu adalah H.Ghazali Abas Adan (Provinsi Aceh), Dedi Iskandar Batubara (Provinsi Sumatera Utara), H. Ayi Hambali (Provinsi Jawa Barat), H. A. Budiono (Provinsi Jawa Timur).

Kemudian, Edison Lambe (Provinsi Papua), Adrianus Garu, (Provinsi NTT), H.Abubakar Jamalia (Provinsi Jambi), H Iskandar Muda Baharuddin Lopa (Sulawesi Barat), A.A.NGR Oka Ratmadi ( Provinsi Bali), Aji Muhammad Mirza Wardana,(Provinsi Kalimantan Timur), H.Ayi Hambali (Provinsi Jawa Barat), H.Andi Surya (Provinsi Lampung), Haripinto Tanuwidjaja (Provinsi kepulauan Riau), Jhon Pieris, (Provinsi Maluku).

Para anggota DPD ini tiba di tenda pengungsian para korban kebakaran di kampung Ujung sekitar pukul 17.00 WITA. Setelah sebelumnya ke Pulau Rinca untuk meninjau secara langsung taman nasional Komodo.

“Kami datang ke Kabupaten Manggarai Barat untuk kunjungan kerja. Kami mendapatkan informasi kebakaran ini pada saat tiba di Labuan Bajo, bantuan yang kami berikan jangan dilihat beberapa banyak yang kami berikan. Kami minta maaf kalau tidak sesuai dengan keinginan bapak ibu sekalian,”ujar Andre Garu, senator NTT dalam sambutannya dihadapan para korban kebakaran.

Sementara itu Camat Komodo Abdula Nur yang didampingi oleh Lurah Labuan Bajo Abdul Ipur melaporkan kebakaran terjadi pada Minggu (17/5) lalu. Sebanyak17 unit rumah milik 59 kepala keluarga ludes terbakar. Selama dua minggu ini,kata dia, mereka masih menempati tenda-tenda pengungsian yang disiapkan Dinas Bencana Alam Kabupaten Manggarai Barat.

“Mulai kemarin ada beberapa kepala keluarga sudah mulai tinggal sementara di keluarga masing-masing karena selama dua hari ini musim hujan,”ujar Abdula Nur.

Abdula juga mengungkapkan sejauh ini bantuan datang dari masyarakat Kota Labuan Bajo dan bantuan beras satu ton dari Pemerintah Daerah.

Setelah mengunjungi para pengungsi ini, para anggota DPD kemudian bertemu degan bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula di rumah jabatannya.

Di rumah jabatan, kordinator tim Andre Garu menjelaskan Komite IV DPD RI memiliki lingkup tugas di bidang APBN, BPK, pajak dan pungutan lain. Kemudian, perimbangan keuangan pusat dan daerah, lembaga keuangan dan perbankan, koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah serta statistik.

Anggota DPD asal NTT ini mengatakan kunjungan kerja ke daerah ini, termasuk ke Manggarai Barat, sangat penting bagi Komite IV.

Garu mengatakan melalui kunjungan ini, kesenjangan informasi antara pemerintah paerah dan pemerintah pusat bisa teratasi.

Selain itu, kunjungan kerja ini juga untuk memperoleh masukan dari daerah dalam membuat kebijakan di bidang perpajakan agar pelaksanaan otonomi daerah dapat berjalan dengan baik dan proposional.

Garu mengatakan tujuan kunjungan kerja ke Manggarai Barat adalah meninjau langsung objek wisata taman nasional Komodo di Desa Komodo, Kecamatan Komodo.

“Pertemuan dengan pemerintah kabupaten Manggarai Barat untuk memperoleh informasi mengenai pencapaian target penerimaan program pemerintah pusat dan apa kendala atau hambatan yang dihadapi oleh pemerintah daerah,”ujarnaya.

Sebelumnya, pada siang hari para senator ini sudah melakukan kunjungan lapangan ke Pulau Rinca.

“Dari hasil kunjungan kerja ini, diharapkan ada output tentang hasil pengawasan DPD RI terhadap pelaksanaan Undang-Undang Perpajakan dan mendapatkan masukan dalam penyusunan pertimbangan DPD RI terhadap RUU APBN,”ujarnya.

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula dalam sambutannya mengatakan berterima kasih atas kunjungan Komite IV DPD RI ini ke taman nasional Komodo.

Dula memaparkan berbagai fasilitas penunjang pariwisata di Managgarai Barat baik yang sduah dibangun maupun yang belum dibangun. Antara lain dia menyinggung soal rumah sakit daerah di Merombok yang masih mangrak. (Ril Ladur/PTD/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini