Ruas Jalan di Jalur Alternatif Nul-Mawe, Matim Rusak Berat.

1
385
Ilustrasi

Borong, Florera.co – Warga Desa Wejang Mawe, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) meminta perhatian Bupati  Yosep Tote untuk menganggarkan dana demi memperbaiki ruas jalan alternatif dari Mawe menuju Nul, Desa Poco Lia, Kecamatan Poco Ranaka.

Saat ini, kondisi jalan itu rusak parah.

Kornelis Gas, warga Uwu, Desa Wejang Mawe mengatakan kepada Floresa.co, Senin (25/5/2015), dirinya  berharap Pemkab Matim mengalokasikan anggaran tahun ini untuk perbaikan jalan tersebut.

Ini bertujuan agar roda perekonomian warga tidak tersendat.

“Kita  sudah sering menyampaikan keluhan ini pada reses anggota DPRD Matim, dalam pertemuan tingkat desa dan surat kepada pihak kecamatan. Namun, hingga kini permohonan perbaikan jalan tersebut sama sekali tidak ditanggapi,” kata Kornelis

Ia menjelaskan, pembangunan jalan Mawe-Nul  tersebut perlu dilakukan dalam waktu dekat oleh dinas terkait.

Jalan ini memang mempermudah pengendaraan yang hendak ke Ibukota Kecamatan Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur.

Dia mengatakan setiap  turun hujan, di lokasi ini sering terjadi kecelakaan.

Andreas Rahmat, warga dari Dusun Uwu, Desa Wejang Mawe mengatakan, jalur alternatif sangat vital bagi mereka.

Bila jalan itu selesai, katanya, mereka tidak akan membutuhkan waktu lama untuk ke Ruteng dan Mano,jika dibandingkan melalui jalur umum dari Benteng Jawa menuju Bawe, terus ke Cabang Colol, lalu Mano.

Andreas mengatakan, perekonomian masyarakat di kedua kecamatan ini tumbuh cepat.

Setiap hari kendaraan yang melintasi jalan itu mencapai ratusaan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Andreas mengungkapkan, kala jalannya baik, maka  perekonomian masyarakat menjadi berkembang.

“Kami meminta pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan rusak di sebagian besar wilayah tersebut, agar roda perekonomian warga berjalan lancar” katanya.

Jalan aspal Mawe-Nul dikerjakan ketika Matimmasih bergabung dengan kabupaten induk, Manggarai.

Namun, kini, jalan aspal sudah terkelupas sehingga sepanjang jalan hanya tinggal kerikil.

Pada tahun 2014 lalu, pihak desa sudah melakukan perbaikan dengan menggunakan cor semen di titik-titik yang rusak namun karena hujan sepanjang tahun lima bulan terakhir aspal kembali rusak berat.

Pantauan Floresa.co, Senin (25/5/2015)  pagi, jalan dengan panjang lima kilometer itu tampak tidak diperbaiki.

Beberapa titik jalan sangat rusak, terlebih yang dekat dengan Kampung Mawe.

Akibat hal tersebut, para pengendara kendaraan roda dua dan empat yang membawa penumpang harus turun ketika menemui tanjakan. (Satria/ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini