Manggarai Akan Jadi Contoh Jika Polisi Mampu Bongkar Mafia Proyek di DPRD

1
319
Lucius Karus

Floresa.co – Kasus yang dilapor oleh Marselinus Nagus Ahang terkait adanya praktek penitipan proyek ke sejumlah dinas di Kabupaten Manggarai oleh Wakil Ketua DPRD Simprosa Rianasari Gandut atau Osy Gandut  menjadi langkah yang baik untuk membongkar persekongkolan mafia proyek di tubuh DPRD.

Lucius Karus, Peneliti Senior Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) menilai, agar langkah ini bisa membawa hasil maka rakyat harus dengan penuh gairah membela upaya Ahang.

“Ini penting jika rakyat Manggarai ingin dipimpin rejim penguasa daerah yang berintegritas dan anggaran yang diperuntukkan bagi rakyat benar-benar sampai di tangan mereka,” katanya kepada Floresa.co, Selasa (26/5/2015).

Ia pun mengingatkan agar kepolisian serius menangani masalah ini, agar kasus ini tak hanya selesai menjadi sebuah rumor atau gosip.

“Saya kira Manggarai akan tercatat sebagai Kabupaten yang patut diteladani jika kepolisian berhasil membongkar dugaan permainan proyek ini,” katanya.

Ia menegaskan, polisi perlu menjadikan kasus ini untuk membuktikan bahwa mereka adalah pribadi yang peduli dengan kondisi kemiskinan dan keterbelakangan yang diduga menjadi akibat dari kerakusan elit lokal Manggarai.

“Polisi mesti menjadikan kasus ini untuk mengembalikan kepercayaan rakyat Manggarai terhadap mereka.”

Memang, kata Lucius, dugaan permainan proyek di elit daerah dan pusat sudah lama diendus publik.

“Walaupun tak semuanya diproses melalui pengadilan, tetapi terbukti beberapa anggota DPR dan DPRD sudah ditetapkan bersalah karena terlibat dalam permainan anggaran ini,” katanya.

Dengan laporan Ahang, kata Lucius, rumor atau isu yang selama ini berhembus tak hanya di Kabupaten Manggarai saja bahwa proyek-proyek APBD menjadi lahan bancakan elit kabupaten terkonfirmasi.

“Walaupun dalam kasus Manggarai ini masih perlu diselidiki kebenaran materi laporan yang dilayangkan Ahang,” katanya.

Ia menegaskan, dirinya sepakat dengan Ahang, bahwa jika pihak Osy Gandut melaporkan pencemaran nama baik, polisi harus mengabaikannya sampai betul terbukti benar atau tidaknya penitipan proyek yang dilakukan oleh Gandut.

“Umum terjadi di daerah persekongkolan antara DPRD dan pemerintah dalam mengerjakan proyek. Praktek ini terpelihara rapi karena hampir semua elit terlibat dalam persekongkolan jahat mencuri uang dari proyek yang dikerjakan pemerintah,” tegasnya.

Karena itu, jelas dia, ada harapan besar agar kasus yang dilaporkan Ahang ini menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan praktek perampokan uang daerah oleh DPRD melalui pembagian proyek yang akhirnya menjadikan pembangunan daerah berantakan.

“Lalu rakyat selalu menjadi korban atas kerakusan elit lokal ini,” tegas Lucius. (Ari D/ARL/Floresa)

Advertisement

1 Komentar

  1. Mmng sejarah akn terbentuk klu ini mmng benar2 diusut….krena slma ini yg terjdi justru bnyk kasus2 yg menguap bgt smpe di mka kraeng polisi…kasus2 dri Matim smpe Manggarai yg nilainya fantastis saja dri Matim menguap bgt saja cuman dgn satu ocehan saja dri kraeng polisi…blum cukup buktilah…tidak ada planggaranlah…pokoknya macam2lah…pdhal Angpao(istilah suap yg lagi keren skrg di kalangan koruptor) berhasil menjinakan penegak hukum yg berseragam pramuka….lantas siapa yg ptut disalahkan klu laporan ini terbukti…Kraeng Marsel Ahang yg budiman…bapak2 pelaku politik dan partai politik lah yg pertama2 disalahkan…karena bapak2 tlah gagal memberikan pendidikan politik yg baik kpd msyrkt,terutama partai politik…yg kedua jg patut disalahkan adlah masyarakat atw konstituen…masyarakat jg entah krena desakan ekonomikah,suka menerimakah atw alasan lainya skrg ini klu lg ada perhelatan politik pasti doyan dgn calon2 yg suka bagi2 duit,tidak ada mind shet lgi di masyrakat yg mencoba menganalisis bhwa bgmna nnti uang yg dibagi2 ini dikembalikan….lucunya lgi masyarakat manggarai justru bersyukur klu dapat uang pembagian para calon…enteng saja mreka berkata ho,o koe te ami ne…maram ata mesen dise….ini fenomena yg menggelikan utk org mnggarai…klu alasan SDM…rasa2nya org Mgri tu rata2 org yg terpelajar…mngkin Tuhan pun bingung mlhat fenomena ini….partai politikpun adem2 saja mlihat kadernya bermain uang tanpa ada satu partai politikpun yg memberikan pencershan kpd masyrakat bahwa calon2 pejabat ini akan mnjdi calon koruptor klu suka bagi2 angpao menjelang perhelatan politik…krena utk menutupi ongkos politik yg tinggi tentu kekeranya hnya satu yaitu APBD…..

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini