Prevalensi Diabetes di Manggarai Timur Tertinggi di Indonesia

0
286

Floresa.co– Prevalensi diabetes di Kabupaten Manggarai Timur, NTT mencapai 19,2%. Angka ini, menurut laporan utama harian Kompas, Senin (18/5/2015) merupakan tertinggi di Indonesia.

Dalam laporan berjudul Stroke “Hantui” Kota Kecil, harian terkemuka di Indonesia ini menulis bahwa penyakit kardiovaskular terkait jantung dan pembuluh darah, terutama stroke dan jantung koroner, tidak hanya milik warga kota besar.

Prevalensi penyakit mematikan tertinggi di Indonesia itu, serta penyakit tidak menular lain, seperti diabetes melitus, hipertensi, dan kanker, merata hingga kota kecil di banyak daerah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2013 yang diolah Litbang Kompas, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memiliki sebaran (prevalensi) kasus stroke tertinggi di Indonesia dengan persentase 66,6 persen. Adapun prevalensi tertinggi jantung koroner ada di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dengan persentase 15,5 persen, sedangkan Manggarai Timur prevalensi tertinggi diabetes, 19,2 persen.

Selanjutnya, prevalensi hipertensi tertinggi ada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dengan persentase 43,6 persen dan paru-paru tertinggi ada di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, dengan persentase 35,8 persen, sedangkan prevalensi kanker tertinggi di Sleman, DI Yogyakarta, dengan 6,1 kasus per 1.000 penduduk.

Floresa.co sudah mencoba meminta tanggapan Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur mengenai data ini. Namun panggilan melalui nomor ponselnya belum direspons. Pesan singkat juga belum dibalas.

Diabetes melitus atau yang biasa disebut penyakit gula adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance), dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. (Ardy Abba/PTD/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini