Tahun Ini Bulog Ruteng Impor 7.000 Ton Beras dari Mataram, NTB

0
247
Gambar: Ilustrasi

Ruteng, Floresa.co – Tahun ini, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Ruteng berencana mengimpor beras sebanyak 7.000 ton dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Timur.

Daerah tersebut tercatat mengalami surplus beras sehingga harga jual beras petani berada di bawah patokan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Kepala Perum Bulog Ruteng Emanuel Louk mengatakan Bulog tidak bisa menyerap beras dari petani lokal di Manggarai karena harganya di atas HPP.

“Karena pengadaan dari beras lokal tidak ada, kita butuh dari luar. Dari Matram atau Jawa Timur, sekitar 7.000 ton untuk penyaluran di 2015 ini,”ujarnya kepada Floresa.co, Senin (11/5/2015).

Ia mengatakan hingga Mei ini, total realisasi beras yang diimpor Perum Bulog Ruteng mencapai 2.000 ton. Dalam minggu ini, kata dia akan ada impor 1.400 ton beras dari Matram. Saat ini sedang dalam proses pengapalan.

“Hari ini sudah dimuat, Jumat atau Sabtu sudah tiba di Pelabuhan Reok, baru ditarik ke Ruteng,”ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, akan ada lagi impor sebanyak 2.000 ton dari Matram. Bulog kata dia sedang mencari kapal dengan kapasitas angkut 2.000 ton.

Emanuel mengatakan Bulog terpaksa mengimpor beras dari luar Manggarai karena harga jual beras di tingkat petani di Manggarai berada di atas Harga Patokan Pemerintah (HPP) yaitu Rp 7.300 per kilogram.

Sementara di daerah lain, seperti Matram NTB dan Jawa Timur, karena produksi berasnya surplus, harga jual di tingkat petani pun lebih murah dari HPP. “Di sana terjadi suprlus, sehingga harga jual beras petani berada di bawah HPP,”ujarnya.

Saat ini, kata dia, stok beras di gudang Bulog di Ruteng sebanyak 400 ton. Hari ini, ada tambahan 150 ton yang diambil dari gudang Bulog yang ada di Labuan Bajo sehingga total stok beras di gudang Bulog Ruteng menjadi 550 ton. (Petrus D/PTD/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini