Anggota DPRD NTT: Pembangunan Bandara di Matim Hanya Demi Kepentingan Elit

4
434
Inosensius Fredi Mui, Anggota DPRD NTT

Borong, Floresa.co – Rencana pembangunan bandar udara (bandara) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan sesuatu yang urgen.

Bila pemerintah ada dana, lebih baik dipakai untuk membangun infrastruktur lain yang lebih dibutuhkan masyarakat.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD NTT, Freddy Mui kepada Floresa.co, Senin (4/5/2015).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemda Matim merencanakan pembangunan bandara di Tanjung Bendera, Kecamatan Kota Komba.

Freddy menjelaskan, pembangunan bandara itu hanya demi kepentingan elit-elit daerah.

Menurut di, kalau Pemda Matim memiliki uang, lebih baik membangun infrastruktur lainnya, seperti pembangunan jalan raya di daerah yang isolir, jembatan serta sekolah-sekolah yang belum memiliki gedung.

“Masih banyak sekolah yang belum memiliki gedung, masih banyak sekali jalan raya yang belum diaspal, apalagi jembatan. Lebih baik uang untuk pembangunan bandara dialihkan ke pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat Matim,” kata anggota Partai Nadem itu.

Terkait pembangunan bandara ini, Bupati Yoseph Tote pernah mengatakan, keberadaan bandara tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan pariwisata di Flores.

Namun, bagi Freddy, alasan pengembangan pariwisata tidak masuk akal, karena Matim beda dengan Labuan Bajo, Manggarai Barat yang memiliki ikon Komodo. Dampaknya, banyak tamu yang ke Labuan Bajo dan aktivitas bandara pun sangat ramai.

“Saya meragukan jika kelak akan dibangun bandara di Matim, bakal mubazir lagi. Tidak ada orang yang mau ke Matim. Di Matim ikon apa yang bisa di promosi? Tidak adakan?” tanya Freddy.

Selain itu, menurut Freddy, saat ini di Ruteng, Kabupaten Manggarai, yang berdekatan dengan Matim, sudah ada Bandara Frans Lega.

“Kalaupun nanti bandara di Matim jadi dibangun, maka otomatis bandara di Ruteng akan ditutu,  karena letak kabupaten ini sangat berdekatan dengan Matim”, katanya.

Ia menegaskan, pemerintah harus mengkaji ulang soal rencana pembangunan Bandara udara.

“Saya secara pribadi memang mendukung pembangunan bandara tersebut, tetapi jangan dulu sekarang. Pemda fokus saja dulu dengan pembangunan infrastruktur seperti di Kecamatan Elar, Elar Selatan, Lambaleda dan Sambi Rampas. Masyarakat di empat kecamatan tersebut merasa sangat membutuhkan infrastruktur jalan raya dan jembatan,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat dalam kota Borong juga mengeluh soal  banjir pada musim hujan.

“ Pemda lebih baik fokus kepada apa yang diinginkan oleh rakyat Matim. Infrastruktur Matim masih sangat parah, pembangunan bandara bukan prioritas utama,” kata Freddy.

Sementarai itu, Kepala Dinas Perhubungan Matim, Yulius Biman, saat dikonfirmasi usai aple Hardiknas di Matim di Lapangan Sepak Bola Borong engan berkomentar soal ini.

“Maaf adik, saya lagi sibuk,” katanya mengelak. (Satria/ARL/Floresa)

Advertisement

4 Komentar

  1. Memang dana pembangunan bandara dari dana APBD? Lalu apa betul kalau bandara sdh dibangun nanti tidak bermanfaat bagi masyarakat sekitar? Renung baik2 lah pernyataan ini anggota DPRD.

  2. membangun untuk kepentingan, tampa melihat kondisi masyarakat sekitar yang hidup melarat, JALAN BERBATU, TIDAK PUNYA LISTRIK,, HALLO PEMERINTAH MANGGARAI, APAKAH DI DAERAH SEPERTI INI, YANG TIDAK PUNYA JALAN RAYA DAN LISTRIK, BISA DI BANGUNKAN BANDAR UDARA ?????

  3. Mimpi di siang bolong kli klu di matim ada bandaranya…dananya drimna bosss…trus aspek manfaatnya bosss…kan pemerintah pusat lgi fokus dgn bandara surabaya 2 di mbay…trus anggaran utk bandara di matim nx drimna…dri tuyulll….ini kan hnya akal2an saja….untuk manipulasi dana2 apbd…mislnya dana amdalnya…dana studi kelayakanya….buat pemerintah…knpa sulit skli berkata jujur dgn msyrakat….berhentilah sudah menipu msyrakat….

  4. Orang-orang pusat, umumnya dari Jakarta. Perlu ke Manggarai Timur meninjau pembangunan dan kesejahteraan di sana. Bandara di Borong sangat diperlukan.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini