Danau Kelimutu Berubah Warna

0
370

Floresa.co – Untuk kesekian kalinya, air di Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, mengalami perubahan warna, setelah perubahan terakhir terjadi pada tahun 2013.

Saat ini, Danau Tiwu Nuwamuri Ko’o Fai yang semula berwarna biru berubah menjadi putih susu. Sementara, Danau Tiwu Ata Polo yang berwarna hijau berubah menjadi warna merah. Danau Tiwu Ata Bupu yang semula berwarna hitam berubah menjadi warna hijau.

Kepala Stasiun Vulkanologi Ende Gabriel Rago mengatakan perubahan warna terjadi akibat aktivitas vulkanologi. “Memang ada asap di kawah. Dulunya, danau itu keluarkan asap warna putih, yang kini berubah menjadi warna telur asin,” katanya, Rabu, (29/4/2015).

Saat ini Stasiun Vulkanologi Ende masih memantau perkembangan perubahan warna danau itu. Gabriel meminta warga tidak mendekat ke kawah karena bau belerang yang menyengat.

Pada tahun 2011, Danau Tiwu Nuwamuri Ko’o Fai yang berada di tengah berubah warna dari hijau terang ke warna biru. Sementara dua danau lainnya tidak mengalami perubahan warna.

Peristiwa langka pernah terjadi pada akhir 2008, Danau Kelimutu berubah menjadi satu warna, ketiganya menjadi hijau muda.

Perubahan menjadi satu warna danau kawah ini diawali pada Desember 2008. Danau Tiwu Ata Polo saat itu berubah warna dari coklat kehitaman menjadi hijau tua. Disusul Danau Tiwu Ata Mbupu dari hijau lumut kehitaman jadi hijau muda.

Warna kedua danau tersebut saat itu sama dengan warna Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai, yang sejak awal diteliti tahun 1915 oleh BCh MM van Suchtelen danau itu dominan berwarna hijau muda.

Saat Suchtelen meneliti pertama kali, Danau Tiwu Ata Polo menunjukkan warna merah darah, Tiwu Nua Muri Koo Fai hijau jamrud, sedangkan Tiwu Ata Mbupu berwarna putih.

Posisi tiga danau yang semuanya memancarkan warna hijau muda ini mirip dengan peristiwa pada 9 April 1996. Sebagaimana data Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Balai Taman Nasional (BTN) Kelimutu, ketika itu Tiwu Ata Polo berwarna hijau, Tiwu Nua Muri Koo Fai hijau muda, dan Tiwu Ata Mbupu hijau tua.

Danau Kelimutu secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT. Letaknya sekitar 55 kilometer (km) arah timur dari kota Ende, yang dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat sekitar dua jam.

Bagi masyarakat Lio, Ende, keberadaan Danau Kelimutu di ketinggian 1.690 meter di atas permukaan laut (dpl) itu mempunyai makna magis yang kental. Dalam mitos turun-temurun mereka, kawasan Danau Kelimutu adalah semacam kampung arwah.

Pintu gerbangnya, Pere Konde, dipercaya dijaga oleh Konde Ratu, sang penguasa. Sementara itu, Danau Tiwu Ata Polo diyakini sebagai tempat berkumpulnya orang-orang jahat. Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai dipercaya tempatnya orang-orang muda, sedangkan Tiwu Ata Mbupu adalah tempat berkumpulnya arwah para orang tua.

Namun, beberapa kalangan percaya, perubahan warna Danau Kelimutu berkaitan dengan ramalan akan terjadinya peristiwa penting di Indonesia atau di Ende. (Diolah dari berbagai sumber/Armand Suparman/ARS/Floresa)

 

Advertisement