Wae Musur di Matim Meluap, Warga Batal Jual Hasil Bumi ke Pasar

0
408
Warga harus menggotong motor untuk bisa melewati Wae Musur (Foto: Satria/Floresa)

Borong, Floresa.co – Meluapnya Kali Wae Musur di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat warga tiga desa di Kecamatan Rana Mese batal ke pasar pada Senin (27/4/2015) untuk menjual hasil bumi mereka.

Warga tiga Desa yakni Desa Bea Ngencung, Desa Lidi dan Desa Satar Lenda yang hendak menuju Pasar Inpres Borong akhirnya terpaksa kembali ke kampung masing-masing.

Katarina Amul, penjual sayur asal Lidi mengaku tidak tahu, jika Wae musur meluap hari ini.

“Hari pasar Minggu lalu tidak seperti ini, makanya kami semangat bawah sayur-sayuran mau dijual karena sayur kami Minggu lalu habis terjual,” katanya kepada Floresa.co.

Sementara itu, Ferdi, sopir bis kayu yang biasa mengantar penumpang di jalur ini mengaku tidak bisa lagi melewati Wae Musur.

“Airnya setinggi 3 meter. Apalagi arusnya sangat deras. Saya tidak berani mau lewat,” katanya.

Warga Bea Ngencung, Lorensius Obon mengatakan, memang sejak kemarin  di kampung di hulu seperti di Sita, turun hujan lebat sehingga Wae Musur meluap.

“Akibat persoalan ini, warga dirugikan, hasil bumi kami sengaja dijual di Borong agar bisa sekaligus membeli beras di pasar,” katanya.

Dia berharap Pemkab Matim serius memperhatikan akses transportasi menuju kampung bagian selatan Borong ini.

Tahun 2012 memang pernah dibangun jembatan di Wae Musur. Namun, akibat derasnya air dan tidak kuatnya banguan jembatan, membuatnya ambruk. Warga yang kemudian dirugikan jika musim hujan seperti ini. (Satria/ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini