STFK Ledalero Wisuda 148 Sarjana Filsafat dan 55 Magister Teologi

0
762

Maumere, Floresa.co – STFK Ledalero, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan acara wisuda 148 Sarjana Filsafat dan 55 Magister Teologi pada Sabtu (25/4/2015).

Wisudawan program sarjana berasal dari dua periode yaitu, periode II tahun akademik 2013/2014 sebanyak 126 orang dan periode I tahun akademik 2014/2015 sebanyak 22 orang.

Sementara untuk wisudawan program magister teologi, dari periode II sebanyak 21 orang dan period III tahun akademik 2013/2014 sebanyak 34 orang.

Dari program sarjana filsafat, lulus dengan predikat memuaskan sebanyak 13 orang, predikat sangat memuaskan sebanyak 111 orang dan lulus dengan predikat terpuji atau cum laude sebanyak 24 orang.

Adapun wisudawan yang meraih predikat cum laude antara lain, Petrus Tan (IPK, 3, 88), Redemtus Kono (IPK 3, 87), Johanes P.B.W.Bhara Watu (IPK 3, 86), Mario F.C.O.Poa (IPK 3, 86), Yohanes P. Budiarti (IPK 3, 81), Valentino U.P.Maing (IPK 3, 78), Safrianus Suhardi (IPK 3, 76), Inosensius Reldi (IPK 3, 74), Marianus FW da Cunha (IPK 3, 72), Desideratus MA Saputro (IPK 3, 70), Mikhael Emi Bernardus (IPK 3, 69), Vitalis Nasridin (IPK 3, 68), Jacob David Branco (IPK 3, 64), Martinus R. Laka (IPK 3, 62), Oktovianus Subnani (IPK 3, 62), Hendrikus J.Gabdin (IPK 3, 60), Krispinus Budiman (IPK 3, 58), Ferdinandus Watu (IPK 3, 57), Yulius K. Ebot (IPK 3, 55), Aventinus Serundi (IPK 3, 53), Lorenzo R. Eureka (IPK 3, 52), Marconi Arifin (IPK 3, 52), Fransiskus A. Setu (IPK 3, 51) dan Siprianus Tiko (IPK 3, 51).

Sedangkan untuk magister teologi, lulus dengan predikat memuaskan sebanyak 9 orang, sangat memuaskan 30 orang dan cum laude sebanyak 16 orang.

Adapun yang lulus dengan predikat cum laude sebagai berikut, antara lain Servinus H. Nahak (IPK 4, 00), Silvester Ule (IPK 4, 00), Yohanes Naben (IPK 3, 93), Januarius W. Basa (IPK 3, 90) Kamilus Seran (IPK 3, 86), Benediktus Bani (IPK 3, 86), Polikarpus K. Kelen (IPK 3, 86), Yohanes S. Bhaha (IPK 3, 86), Yohanes M.V Fuka (IKP 3, 79), Damaskus S. Belang (IPK 3, 79), Adrianus Abun (IPK 3, 76), Dionisius Migo (IPK 3, 76), Yohanes M. Rada (IPK 3, 76), Aventinus De Costa (IPK 3, 72) dan Rofinus M. Muga (IPK 3, 72).

Hadir dalam acara ini, Kepala Dirjen Bimas Katolik Indonesia Eusebius Binsasi, Pejabat yang mewakili Kopertis Wilayah VIII, Bupati Sikka Yos Ansar Rera, Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, Kepala Kantor Agama Provinsi NTT, Ketua Yayasan Santo Paulus (Yasspa) P. Alfons Mana SVD, seluruh civitas akademika STFK Ledalero, undangan dan anggota keluarga dari wisudawan/i.

Dalam sambutannya, Ketua STFK Ledalero Pastor Bernard Raho mengatakan, STFK Ledalero setiap tahun menghasilkan sarjana-sarjana filsafat yang handal, yang menyebar di seluruh Indonesia dan di 50-an negara.

Para alumnus yang berkarya di negara-negara lain adalah para misionaris Societas Verbi Divini ( SVD) dan Misionaris Scalabrinian.

Selain bidang filsafat, kata Pastor Bernard, para mahasiswa juga menekuni bidang lain.

“Baru-baru ini, mahasiswa atas nama Kamilus Seran masuk dalam nominasi 5 besar dalam ajang MetroTV Award di mana mahasiswa ini membuat film dokumenter yang mengangkat kekayaan tradisional masyarakat Sikka, khususnya tenun ikat Lepo Lorun” jelas Pastor Bernard.

Ketua Yayasan Santo Paulus (Yasspa) Pastor Alfons Mana, SVD dalam sambutannya menegaskan bahwa Yasspa terus mendukung STFK Ledalero untuk mendampingi kaum muda sehingga bisa tercipta manusia beriman yang bermoral, berpendidikan dan berkepribadian baik.

“Saya berharap, para wisudawan/ti bisa bertahan dalam jati dirinya ini dimana saja mereka mengabdikan diri,” harapnya.

Dirjen Kopertis Wilayah VIII yang diwakili oleh pejabat Kopertis juga mengharapkan agar STFK Ledalero ke depan harus berjalan sesuai dengan aturan yang telah disepakati sesuai Pengelolaan Perguruan Tinggi yang mencakup aspek dosen dan administrasi lainnya agar STFK Ledalero mampu menghasilkan output yang dinamis, progresif dan mandiri.

Sementara Dirjen Bimas Katolik RI Eusebius Binsasi dalam sambutannya mengatakan, dengan acara wisuda ini para wisudawan/wati masuk dalam kelompok cendekiawan yang bijaksana.

Ia menjelaskan, seorang cendekiawan yang bijaksana adalah seorang yang mampu memberikan jawaban atas pertanyaan “Mengapa sesuatu bisa terjadi dalam kehidupan ini?.”

“Problem yang dihadapi sekarang ini datang dari berbagai segi kehidupan seperti sosial, budaya, politik, moral dan agama sendiri. Karena itu, para cendekiawan yang baru diwisuda hari ini kiranya terus belajar untuk menjadi solusi bagi orang lain,” ujar Eusebius.

Dirjen Bimas Katolik, kata dia, terus berupaya untuk menjadikan generasi muda sebagai orang yang ahli agama dan menjadikan generasi muda pribadi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya IUP untuk 20 PT dan 18 SMA agama Katolik, kata Pak Eus. Bupati Sikka Yos Ansar Rera yang mewakili gubernur NTT dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sikka sangat berbangga karena memiliki Sekolah Tinggi yang benar-benar menunjukkan ke-tinggi-annya.

Hal ini karena dari STFK Ledalero lahirlah tokoh-tokoh hebat dan mumpuni yang menyebar di seantero jagat.

Menurut Yos, di kabupaten Sikka, masyarakat mengenal dua cahaya. Pertama, di Nilo. Di tempat ini terdapat arca patung Bunda Maria, Bunda Segala Bangsa. Kedua, di Ledalero. Ledalero sendiri berarti bukit sandar matahari.

“Masyarakat Sikka percaya bahwa cahaya selalu singgah di Ledalero sebelum cahaya itu menyapa dunia. Cahaya dari bukit ini memberikan hal yang positif, yang membantu pemerintah kabupaten Sikka dalam memberdayakan masyarakat di segala aspek kehidupan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan baik sebagai frater dan imam maupun sebagai mahasiswa dan dosen,” pungkasnya.

Acara ini dimeriahkan STFK Voice dengan lagu-lagu daerah NTT dan dibuka dengan lagu “Maumere Manise”. STFK Voice pimpinan Ama Dalu Kelen tampil memukau dan sangat menghibur hadirin. (Laporan Frater Danto SVD, Kontributor di Maumere/ARS/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini