Jalan Raya ke Situs Liang Bua Siap Diaspal Hotmix

0
374

Ruteng, Floresa.co – Tahun anggaran 2015 ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai sudah mengganggarkan dana untuk memperbaiki jalan raya ke situs Liang Bua, di Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Bahkan, peningkatan perbaikan jalan ke situs itu dengan aspal hotmix.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Manggarai, Kamelus Deno saat menggelar acara coffee morning dengan sejumlah wartawan di rumah jabatannya di Ruteng, Sabtu (25/4/2015).

Deno yang saat itu didampingi istrinya menjelaskan, situs Liang Bua merupakan tempat bersejarah bagi warga Flores, NTT pada khususnya dan bagi Indonesia pada umumnya. Sebab, di tempat itu ditemukan fosil Homo Floresiensis pada 2003 lalu.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai bangga dengan aset-aset arkaelog yang menggemparkan dunia. Dari hasil penemuan fosil itu, wisatawan asing dan domestik selalu berkunjung ke situs Liang Bua untuk melihat gua yang berbentuk stalaktit dan stalakmit,” jelas Kamelus.

Kamelus mengakui bahwa jalan raya ke situs Liang Bua belum bagus. Karena itulah, kata dia, tahun ini dianggarkan dana untuk peningkatan aspal jalan ke situs yang sudah terkenal di seluruh dunia itu.

Menurtnya, jika jalan ke situs itu sudah bagus maka kunjungan wisatawan juga meningkat. Untuk itu, lanjutnya, Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai sebaiknya menata dengan baik situs itu dengan melibatkan masyarakat setempat. Berbagai produk lokal seperti kain tenun songke serta jenis makanan lokal digiatkan kembali agar kunjungan wisatawan memberikan masukkan pendapatan kepada masyarakat.

Selain situs yang sudah terkenal, kata Kamelus, ada warga masyarakat dibeberapa kampung di Kecamatan Cibal dan Kecamatan Wae Ri’i dipercaya sebagai keturunan dari Homo Floresiensis, karena memiliki postur tubuh yang berbadan pendek.

Pemandu Situs Liang Bua, Kornelis Jaman kepada wartawan beberapa hari lalu menjelaskan, setiap hari turis berkunjung ke Situs Liang Bua untuk melihat gua alam yang menjadi tempat ditemukan fosil Homo Floresiensis. Bahkan, beberapa waktu lalu sejumlah pengusaha dari pulau Jawa berkunjung ke situs Liang Bua. Selain itu wisatawan domestik itu bertemu dengan manusia pendek yang diyakini sebagai keturunan Homo Floresiensis di Kampung Rampasasa, Kecamatan Wae Ri’i.

Lasarus Gon, seorang pengunjung ke situs Liang Bua beberapa waktu mengakui bahwa situs Liang Bua sudah sangat terkenal dan mengharumkan nama Kabupaten Manggarai di mata dunia. Namun, perbaikan jalan ke situs itu sebaiknya segera dilakukan Pemerintah Kabupaten Manggarai agar wisatawan tidak mengalami kesulitan mengakeses tempat tersebut.

“Saya temui dua wisatawan Austria yang berkunjung ke situs Liang Bua beberapa hari lalu. Mereka mengendarai sepeda motor dari Ruteng ke Liang Bua. sebaiknya papan penunjuk jalan ke situs itu harus dipasang sebab banyak cabang jalan menuju ke Situs Liang Bua. Ini merupakan aset yang dapat mengangkat naman Kabupaten Manggarai pada khususnya dan NTT pada umumnya,” ujar Lasarus.

Lasarus mengatakan di sekitar situs Liang Bua sudah ada museum mini tentang sejarah penemuan fosil homo floresiensis oleh para arkaelog luar negeri dan Indonesia. (Markus/PTD/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini