Disebut Mantur Bukan Orang Satarmese, Heri Nabit: Tidak Santun Persoalkan Asal-usul Seseorang

0
1258
Heri Nabit

Ruteng, Floresa.co – Pernyataan Philipus Mantur, salah satu bakal calon bupati (Cabup) Manggarai yang menyebut tiga bakal calon lainnya, yaitu Heri Nabit, Marsel Sudirman, dan Viktor Slamet bukan orang Satarmese memicu polemik.

Heri Nabit menyebut pernyataan itu tidak elok dan tidak santun, terutama karena itu disampaikan dalam konteks demi kepentingan politik.

“Rasanya tidak elok dan tidak santun mempersoalkan asal usul seseorang hanya demi kepentingan politik. Jangan mengejar kemenangan dengan menghalalkan segala cara,” ujar Heri kepada Floresa.co, Rabu (22/4/2015).

Sebelumnya, saat berbicara dengan sejumlah wartawan di Borong, Selasa kemarin, Mantur membantah klaim beberapa kandidat bupati, termasuk Heri yang menyebut diri mereka berasal dari wilayah Satarmese.
“Coba telusuri, Heri Nabit mengaku berasal dari Kecamatan Satarmese. Itu tidak benar,” kata Mantur.

“Heri Nabit lahir di Kecamatan Cibal, hanya saja orang tuanya dari Kecamatan Satarmese,” lanjutnya.

Mantur yang saat ini menjabat sebagai Kadis Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur (Matim) juga menyinggung nama Marsel Sudirman yang selama ini juga mengklaim berasal dari Kecamatan Satarmese.

Ia mengaskan, itu juga tidak benar. “Marsel Sudirman itu lahir di Lelak, bukan di Satarmese,” katanya.

Bakal Cabup yang berpasangan dengan Adrianus Suardi ini juga mengomentari Viktor Selamet, yang kata dia, hanya nenek Viktor yang dari Satarmese.

“Viktor Selamet itu bukan dari Kecamatan Satarmese. Neneknya saja yang Satarmese. Viktor dibesarkan di Ruteng, bukan di Satarmese” ujarnya.

Terkait pernyataan itu, Heri menegaskan, semua bakal Cabup yang disebutkan Mantur,  masih memiliki hubungan keluarga satu sama lain dalam konteks sebagai orang Satarmese.

Karena itu, bakal Cabup yang berpasangan dengan Adolf Gabur itu menghimbau agar dalam kanca Pilkada Manggarai 2015, hendaknya menjalankan politik yang santun dengan mengedepankan gagasan membangun Manggarai.

Sebab, kata Heri, hal itulah yang sedang ditunggu oleh masyarakat Manggarai saat ini.

“Kami dan para leluhur tahu bahwa Pak dr Lipus, Pak Victor, Pak Marsel, Pak Thody, dan saya, semuanya orang Satarmese dalam pengertian secara patrilinial sebagaimana dalam budaya Manggarai,” ujar Heri. (Ardy Abba/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini