Mabar Waspada Usai Penangkapan Teroris

0
185
Syarifudin ditangkap tim gabungan kepolisian dan TNI di Desa Watu Wangka, Kecamtan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu 18 April 2015 (Foto : Ril Ladur)

Floresa.co – Tertangkapnya Syarifudin, salah satu anggota jaringan teroris Santoso pada Sabtu akhir pekan lalu, diikuti peningkatan pengamanan di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti yang dilansir Tempo.co, Senin, (20/4/2015), Kepala Humas Polda NTT, Ajudan Komisaris Besar Agus Santoso mengatakan, kepolisian akan meningkatkan keamanan.

“Kami tingkatkan kewaspadaan setelah ditangkapnya teroris di daerah itu,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, lanjutnya, Kapolda NTT, Brigadir Endang Sunjaya, telah memerintahkan intel dan Babikamtibmas di Manggarai Barat untuk selalu waspada dan meningkatkan koordinasi dengan lurah atau kepala desa.

Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaannya dengan mengaktifkan kembali siskamling dan ketentuan wajib lapor 1 x24 jam bagi pendatang. “Lakukan deteksi dini perkembangan pasca-penangkapan di Desa Siru, Kecamatan Lembor,” ujar Agus.

Kordinasi dengan Kesbangpolinmas dengan mengikutsertakan para camat se-Kabupaten Mabar, lanjut Agus, perlu juga dilakukan. Pasalnya, jangan sampai ada gejolak di masyarakat pasca penangkapan sekaligus mencegah radikalisme.

Apakah masih ada jaringan teroris di Mabar, Agus membantahnya. “Tidak ada lagi jaringan teroris di daerah itu, “tutupnya.

Syarifudin ditangkap Sabti 18 April sekitar pukul 16.30 WITA di hutang Lolo di Kampung Bambor, Desa Watu Wangka, Mbeliling. Ia diciduk aparat keamana dari dalam bis yang hendak ke Labuan Bajo setelah dilakukan pengejaran sejak jumat malam.

Sebelum ditangkap Syarifudin semula berada di Desa Siru, Kecamatan Lembor. Dia menikah dengan perempuan di desa tersebut.

Sebelumnya, Syarifudin, menurut keterangan kepolisian selalu berpidah-pindah setelah dia masuk daftar pencarian orang karena menjadai eksekutor penembakan Kepala Kepolisian Sektor Ambalawi Bima Agustus tahun lalu.

Syarifudin merupakan bagian dari jaringan teroris kelompok Santoso, sebuah kelompok teroris yang berbasis di Poso, Sulawesi Tengah.

Ia akhirnya berhasil dibekuk oleh tim gabungan dari Kepolisian Resort Manggarai Barat, Kepolisian Sektor Lembor dan Sano Nggoang, Koramil Lembor, Intel Kodim Manggarai dan Densus 88. (Ario Jempau/ARJ/Floresa).

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini