Perempuan NTT Perlu Belajar dari 3 Perempuan Hebat di Jalan Salib Yesus

0
769

Veronika

Oleh: MARKUS MAKUR

Kisah dalam Kitab Suci tentang Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus selalu didengarkan, direnungkan dan kemudian dihayati dalam kehidupan sehari-hari umat Kristiani di dunia.

Di balik kisah kematian yang sangat tragis itu, ada sejumlah perempuan hebat yang mengikuti jalan salib, antara lain Maria Ibu Yesus, Veronika dan Maria Magdalena.

Di samping perempuan hebat, memang ada juga perempuan yang menertawakan, mencerca dan meludahi Yesus yang sedang memikul salib. Mereka memilih membiarkan Yesus disiksa dengan sangat keji oleh serdadu yang rakus, pemimpin-pemimpin agama yang tidak suka dengan kehadiran Yesus.

Sejak ditangkap oleh serdadu-serdadu dan imam-imam kepala Bangsa Yahudi setelah dijual Yudah Iskariot, mulai saat itu, Bunda Maria mengikuti anak-Nya  dari pinggir jalan bersama dengan sejumlah perempuan lainnya.

Bunda Maria mengikuti Jalan Salib yang harus ditanggung Putra-Nya itu di menuju ke puncak Golgota.

Yesus terus memikul salib sambil meneteskan darah suci-Nya ke tanah dan batu.

Pada akhirnya kemudian, Bunda Maria memangku Yesus di bawah kaki salib.

Selain itu, sosok perempuan lain adalah Veronika. Ia  berani menerobos para serdadu yang kejam, tidak berperikemanusiaan saat menyiksa Yesus menuju Golgota.

Veronika dengan handuknya berani mengusap wajah Yesus yang penuh dengan darah bercampur keringat akibat luka-luka dari duri di kepalaNya.

Maria Magdalena adalah sosok perempuan hebat berikut. Ia pagi-pagi buta bersama dengan sejumlah kaum perempuan mengunjungi makam Yesus.

Saat mendekati makam itu, ia melihat batu penutup kubur terbuka. Saat itu ia tidak berani masuk ke kuburan Yesus, melainkan pulang ke rumah para rasul memberitahukan peristiwa itu.  Bersama Rasul Petrus, mereka menuju ke makam Yesus dan masuk melihat tempat Yesus dibaringkan. Mereka semua heran bahwa tubuhYesus tidak kelihatan di kuburNya.

Perempuan NTT

Yang dilukiskan di atas adalah perempuan hebat pada zaman Yesus. Lantas, bagaimana untuk perempuan saat ini, khususnya NTT?

Kalau perempuan hebat tadi mengambil peran dalam peristiwa Yesus, maka saat ini, perempuan NTT mestinya mengambil peran dalam membantu sesama yang menjadi korban kekerasan, penindasana, intimidasi, dan lain sebagainya.

Karena, sebagaimana dikatakan dalam Injil, dalam diri orang-orang yang menderita itu, Yesus sendiri hadir.

Ada banyak kejadian yang menuntut peran perempuan. Belakangan,, media massa gencar memberitakan kasus perdagangan manusia.

Kita tahu, mayoritas korbannya adalah kaum perempuan, baik yang dewasa maupun anak-anak remaja. Dan tragis, pelaku diduga kebanyakan perempuan juga.

Dengan berbagai bujuk rayu, iming-iming upah yang sangat tinggi dan lain sebagainya membuat anak remaja, perempuan dewasa maupun ibu-ibu rela tinggalkan kampong halaman.

Dalam situasi ini, perempuan NTT bisa mengambil peran menghentikan masalah ini.

Kaum perempuan perlu peduli terhadap sesama, berani berjuang dan bersuara demi menyelamatkan sesama.

Ada lembaga-lembaga kaum perempuan yang sudah bekerja dan menghentikan pengiriman tenaga kerja ke luar daerah, namun, mereka yang berjuang itu masih segelintir.

Pengorbanan diri Yesus mesti membangkitkan hati kita, khususnya kaum perempuan untuk berjuang membela kemanusiaan di bumi NTT.

Perempuan NTT harus bersatu dan mengambil peran seperti Bunda Maria, Veronika dan Maria Magdalena sesuai dengan konteks terkini di NTT.

Penulis adalah wartawan, tinggal di Manggarai Timur, Flores.

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini