Sebastian Salang Kunjungi Markas Kandidat Lain

0
558

 

Bakal calon bupati Manggarai Sebastian Salang saat bertemu dengan bakal calon bupati Heribertus Nabit, Rabu 1 April 2015. (Foto : Fb Chelluz Pahun)
Bakal calon bupati Manggarai Sebastian Salang saat bertemu dengan bakal calon bupati Heribertus Nabit, Rabu 1 April 2015. (Foto : FB Chelluz Pahun)

Ruteng, Floresa.co – Bakal calon bupati Manggarai Sebastian Salang berkunjung ke markas kandidat lainnya selama beberapa hari ini. Dia mengaku kunjungan tersebut untuk membangun trandisi politik yang tetap ramah di tengah persaingan yang ketat.

Pada Senin 30 Maret 2015, Sebastian bertandang ke markas pasangan Kamelus Deno-Viktor Madur. Di sana dia hanya bertemu dengan bakal calon wakil bupati Viktor Madur dan tim suksesnya. Kamelus Deno sedang tidak ada di tempat.

Saat bertemu dengan Viktor Madur, Sebastian mengaku tidak banyak hal yang dibicarakan karena pertemuan tidak berlangsung lama. Meski demikian, pertemuan tersebut baginya sudah memberikan kesan bahwa ditengah kompetisi, para calon tetap saling berkomunikasi dan bersilaturahmi.

Kemudian pada Selasa 31 Maret 2015, Sebastian bertemu dengan bakal calon bupati lainnya Viktor Slamet. Saat bertemu dengan Viktor Slamet dia mengatakan saling membagi pengalaman mengenai apa saja yang sudah dilakukan dalam rangka persiapan pemilihan umum kepala daerah tahun ini.

Pada hari ini, Rabu 1 April, dilanjutkan dengan melakukan pertemuan dengan bakal calon bupati Heribertus Nabit.

Dalam pertemuan dengan Heribertus, kata dia, selain saling bertukar informasi, juga berdikusi soal praktik demokrasi di Manggarai serta mendorong pelaksanaan Pilkada yang objektif dan adil.

“Saya sengaja mengunjungi mereka untuk bisa saling bertukar informasi, bertukar pandangan. Juga kita coba membangun demokrasi yang lebih ramah, sehingga pertarungan antara calon di dalam pesta demokrasi itu bukanlah permusuhan yang membuat situasi menjadi tegang,” ujarnya kepada Floresa.co,Rabu (1/4/2015).

Sebastian mengatakan dalam pertarungan selama Pilkada, kritikan antarcalon terkait visi, misi dan program lumrah terjadi.

“Tapi tidak kemudian perbedaan-perbedaan itu membuat situasi harus menjadi tegang. Yang satu melihat calon yang lain itu sebagai musuh atau lawan yang tidak perlu diajak untuk berkomunikasi,”ujarnya. (PTD/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini