Bupati Manggarai, Christian Rotok
Bupati Manggarai, Christian Rotok

Floresa.co – Bupati Manggarai Christian Rotok mendukung penuh pembentukan Provinsi Kepulauan Flores yang didesak oleh sejumlah elemen masyarakat.

Menurutnya, dua daerah otonomi baru, yakni Kabupaten Manggarai Barat  (Mabar) dan Manggarai Timur (Matim) dapat dijadikan referensi bahwa daerah otonomi baru memberi dampak positif.

Rotok memberikan contoh khusus pada Matim di mana saat itu seluruh masyarakat dari desa dan kecamatan yang akan gabung dalam Matim punya keinginan kuat memiliki daerah otonomi baru.

“Tidak yang bersuara sumbang. Dalam tempo 18 bulan, Matim dimekarkan. Manfaatnya terasa sekarang ini,” kata Bupati Rotok di Ruteng, Kamis (26/3/2015) sebagaimana dilansir kupang.tribunnews.com.

Dia juga beranggapan bahwa Provinsi Kepulauan Flores merupakan kebutuhan mendesak dalam rangka efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan. Bahkan, Rotok membantah berbagai tudingan bahwa wacana pembentukan Provinsi Kepulauan Flores hanya untuk kepentingan elite  saja.

“Kebutuhan mendesak, demi efektivitas dan efisensi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Bukan kepentingan elit tertentu,” tandasnya.

Dia mengaku bahwa semua bupati di NTT khususnya bupati di kabupaten Flores dan Lembata sepekat mendukung Provinsi Kepulauan Flores. Hal ini, lanjutnya diungkapkan saat pertemuan dengan Presiden RI, Joko Widodo dengan para bupati se-Indonesia di Istana Bogor.

“Ketua DPRD dan Bupati di Flores dan Lembata juga sudah mengeluarkan surat dukungan kepada ketua tim pembentukan propinsi baru, Pak Marianus Sae (Bupati Ngada),” tutur Rotok.

Gubernur NTT, harap Rotok, sekiranya menunjukkan niat dan kemauan politiknya untuk menyetujui pembentukkan Provinsi Kepulauan Flores ini.

“Kuncinya ada pada gubernur. Dulu (bentuk Matim), semua elemen rakyat setuju dimekarkan.Tugas sepenuhnya ada di tangan pemerintah kabupaten. Sama juga bentuk propinsi baru,” pungkasnya. (TIN/Floresa)