Kepala BPMD Manggarai Timur Paskalis Sirajudin (Foto: Satria/Floresa)
Kepala BPMD Manggarai Timur Paskalis Sirajudin (Foto: Satria/Floresa)

Borong, Floresa.co – Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, NTT meragukan kemampuan para kepala desa (Kades) di daerah itu untuk mengelolah dana desa yang mulai dikucurkan April tahun ini.

Di Matim ada 149 desa. Total dana desa yang dikucurkan tahun ini di Matim sebanyak Rp 60 miliar. Rinciannya sebanyak Rp 13 miliar dari APBN dan Rp 47 miliar dianggarkan dari APBD Matim.

Kepala BPMD Matim, Paskalis Sirajudin mengatakan meskipun meragukan kemampaun desa dalam pengelolahan dana tersebut, BPMD tetap berusaha agar pengelolahan keuangan oleh kepala desa sesuai aturan.

“Rencananya April setelah dari Jakarta, BPMD akan melakukan sosialisasi kepada seluruh Kades. Kita sosialisasi per kecamatan,”jelas Paskalis kepada Floresa.co di Borong, Ibu Kota Kabupaten Matim, Selasa (24/3/2015)

Lebih lanjut Paskalis menjelaskan dalam pengelolahan keuangan tersebut nantinya desa didampingi oleh pendamping yang direkrut langsung oleh Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal. “Dalam waktu dekat Kementerian akan merekrut 16.000 tenaga pendamping,” katanya.

Menurut dia, jumlah dana tersebut tiap desanya berbeda dengan mengacu pada indikator keluarga miskin 55%, jumlah penduduk 30 % dan 20 % luas wiliayah dikali indeks kesulitan geografi.

Paskalis berharap agar mulai dari sekarang kepala desa di Manggarai Timur merekrut sarjana ekonomi yang bisa membantu mereka nantinya dalam pengelolahan dana desa. (PTD/Floresa).