Gambar: Ilustrasi
Gambar: Ilustrasi

Borong, Floresa.co – Operasi pasar beras murah yang dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Ruteng di Borong tak ampuh menurunkan harga beras di Kabupaten Manggarai Timur.

Di Pasar Inpres Borong, harga beras tetap Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu.

“Harga belum turun, operasi pasar tidak mempengaruhi harga beras,” kata Remigius Bagur, warga Borong, Senin, (10/2/2015).

Sebelumnya Ia mengaku membeli beras pada harga Rp 9.500 per kilogram. Tapi saat ini, dia bilang sudah meloncat menajdi Rp 11 ribu per kilogram.

Remigius menduga operasi pasar tak berefek karena tidak berlangsung lama. Apalagi,kata dia, masyarakat meragukan kualitas beras milik Bulog. Awalnya Remigius berminat membeli beras Bulog karena harganya lebih murah, tetapi urung karena ternyata kualitasnya rendah.

Menurut Remigius , sejak harga beras naik dua pekan terakhir, hampir seluruh masyarakat Manggarai Timur mengeluh lantaran mahalnya harga beras.

Kepala Bulog Ruteng, Imanuel Louk mengatakan belum mengevaluasi mengapa harga beras di pasar belum turun. Padahal, kata dia 65 ton beras yang digelontorkan Bulog di Pasar Borong laris terjual.

Apalagi, sejak Februari Bulog telah mendistribusikan beras miskin disetiap kecamatan. “Yang jelas kami sudah berusaha menekan harga pasar,” kata Imanuel.

Bulog Ruteng, menggelontorkan 65 ton beras untuk operasi pasar pada 27 Februari hingga Maret 2015. Operasi pasar beras murah  hanya di Pasar Inpres Borong.

Setiap hari, Bulog menggelontorkan  1 ton beras kualitas sedang. Beras dijual dalam paket 15 kilogram seharga Rp 7.500 per kilogram. (SAT/Floresa)