Kades di Matim: Demi Tuhan, Saya Tidak Makan Uang

0
560

 

Perwakilan warga desa Bea Ngencung berdialog dengan Camat Rana Mese, Senin (9/3/2015). Foto : Satria/Floresa
Perwakilan warga desa Bea Ngencung berdialog dengan Camat Rana Mese, Senin (9/3/2015). Foto : Satria/Floresa

Borong, Floresa.co – Kornelis Jarsi, Kepala Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur bersumpah bahwa dirinya tidak melakukan korupsi.

Sebelumnya, sejumlah perwakilan masyarakat desanya mengadukan sang kades ke Bupati Manggarai Timur dengan tuduhan penggelapan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2013 dan 2014.

Kornelis juga dituding tidak transparan dalam pengelolaan dana program Anggur Merah di desanya. “Demi Tuhan, saya tidak makan uang sepersen pun, hanya Tuhan yang tahu,”ujarnya dengan mimik serius saat dikonfirmasi Floresa.co, Selasa (10/3/2015).

Kornelis balik menuding para pelapor. Dia mengatakan kelompok masyarakat yang melaporkan dirinya kepada Bupati Manggarai Timur dan juga ke Camat Rana Mese merupakan barisan sakit hati karena kalah dalam Pemilihan Kepala Desa Bea Ngencung tahun lalu.

“Tunduhan mereka mengenai penggunaan dana itu tidak benar, saya tidak bodoh mengeluarkan uang negara untuk kepentingan pribadi,”tandasnya.

“Coba bapak wartawan tanya langsung kepada warga Desa Bea Ngencung mengenai kepemimpinan saya. Dana ADD tahun 2013 dan ADD 2014 semuanya ada laporan penggunaan anggaran. Sering kali rapat dan kegiatan desa mengunakan uang pribadi saya, kenapa itu tidak diperhitungkan,” tambah Kornelis.

Dia menjelaskan laporan pengunaan ADD sudah dilakukan dihadapan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Laporan tersebut sudah diterima dan ditandatangani oleh Ketua BPD.

“Bantuan Kambing sudah saya bagikan kepada 10 Kepala Keluarga (KK) miskin. Sedangkan dana ADD tahun 2013 sebesar Rp 19 Juta yang dituduhkan oleh yang mengaku perwakilan masyarakat Bea Ngencung itu, digunakan untuk pembanguna kantor desa dan kantor desa tersebut sedang dikerjakan. Saya tidak bodoh mengunakan uang negara,” ujarnya.

Sementara itu, Mikael, anggota BPD Desa Bea Ngencung yang tergabung dalam kelompok masyarakat yang mengadukan masalah ini mebantah tudingan sang kades bahwa ada motif sakit hati karena kalah dalam pemilihan kepala desa dibalik pengaduan masalah ini.

“Tidak ada rasa iri hati kepada kepala desa. Kami perwakilan warga yang datang di kantor camat Rana Mese merupakan anggota BPD, ketua RT, tokoh agama, dan tokoh pemuda,”ujar Mikael.

Camat Rana Mese, Vinsensius Joni kepada Floresa.co mengatakan dalam masalah ini posisinya berada di tengah sebagai mediator.

“Kita hanya mediasi untuk tidak terjadi persetruan yang panjang di desa Bea Ngencung. Saya pikir kita tunggu audit dari Inspektorat Matim saja,” Jelas Camat Joni.

Untuk diketahui perwakilan warga Desa Bea Ngencung sudah melaporkan dugaan tidak transparanya pengunaan dana desa ini kepada Bupati Matim, Yosep Tote namun sampai hari Bupati Matim merespons. (SAT/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini