Setya Novanto
Setya Novanto

Kupang, Floresa.co – Kecaman terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto tak henti-hentinya disuarakan oleh berbagai elemen di Nusa Tenggara Timur. Politikus Golkar itu dikecam karena dalam sebuah acara di Kupang mengatakan bahwa Gereja dan LSM yang bernaung di bawah Gereja sebagai penghambat kemajuan di NTT karena gencar menolak investasi pertambangan.

Ketua GMNI Cabang Kupang, Elvis Jehama, kepada Floresa.Co, Minggu (8/3/2015) mengatakan, pernyataan publik Setya Novanto, dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPR RI yang notabene berasal dari daerah pemilihan (Dapil) NTT II, mencerminkan watak dan perilaku dia yang tidak mampu berjuang untuk kepentingan NTT ditingkat nasional.

“Apa yang bisa diharapkan dari seorang Setya Novanto ketika dia mengeluarkan pernyataan publik yang cenderung menyerang pihak-pihak yang konsisten menolak pertambangan di NTT. Bukankah pernyataan Setya Novanto, mengindikasikan soal identitas diri dia sebagai seorang politisi yang juga menjadi bagian atau bahkan pelaku dari pertambangan itu sendiri?”, kata Elvis dengan nada kesal.

Menurut Elvis, penolakan investasi pertambangan yang intens dan masif dilakukan oleh hampir seluruh komponen di NTT bukan tanpa alasan. Penolakan itu sudah sangat lama, sangat substantif, rasional dan kontekstual sebagai sebuah provinsi yang potensial untuk pertanian, peternakan, dan pariwisata.

“Novanto tampakknya tidak memahami atau tidak ingin memahami bahwa masyarakat NTT sejak pertama kali manusia ada hidup dari sektor pertanian. Fakta ini menurut kami, sengaja tidak dipahami oleh Novanto karena dia menjadi bagian dari pertambangan itu sendiri,” kata Elvis.

Elvis melanjutkan, wakil rakyat seperti Novanto tidak layak untuk dicontohi bahkan tak semestinya menduduki posisi penting seperti Ketua DPR RI.

“Apa yang bisa kita tiru dari diri seorang Novanto. Kebajikan apa yang bisa kita dapatkan dari wakil rakyat seperti ini yang lebih banyak bekerja untuk kepentingan diri, keluarga dan partai politik?” ujar Elvis.

Ketua LMND Kota Kupang, Benediktus Ulu berpandangan serupa. Menurut LMND, Ketua DPR RI ini kesannya sengaja tidak mau tahu dengan kondisi rill masyarakat NTT sebagai sebuah daerah yang produktifitas pertanian, peternakan, dan pariwisatanya sangat menjanjikan.

“Pernyataan Setya Novanto bagi kami irasional dan tidak objektif sebab dengan mendukung investasi pertambangan, itu akan mematikan sektor unggulan lain yang sudah terbukti menghidupi masyarakat NTT selama ini,” kata Benediktus.

LMND menyarankan Novanto untuk jangan hanya mengkeruk keuntungan dari NTT, melalui perolehan suara untuk masuk menjadi anggota DPRD RI dan berbagai usaha lainnya untuk keuntungan diri dan keluarga.

“Mestinya dia tahu dan sadar diri bahwa masyarakat NTT khusus yang Dapil NTT II sudah mempercayakan dia menjadi wakil rakyat di Senayan. Dan sudah menjadi kewajibannya memperjuangkan kepentingan NTT, bukan lagi menawarkan kehancuran masa depan masyarakat dan alam lingkungan NTT, “tutupnya. (MN/Floresa)