Ketua Umum IDI dr. Zaenal Abidin
Ketua Umum  IDI dr. Zaenal Abidin
Ketua Umum IDI dr. Zaenal Abidin

Floresa.co – Salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)-nya.

Jika kita mengacu pada data keuangan daerah Kabupaten Manggarai tahun 2012, PAD Manggarai berjumlah Rp 38. 247.543.544, hampir separuh dari PAD tersebut, sekitar Rp 17.337.917.000 (sekitar 45 persen) berasal dari sektor kesehatan dengan rincian 3.587.917.000 dari retribusi pelayanan kesehatan Puskemas-puskemas dan 13.750.000.000 dari RSUD Ruteng.

Sementara, tahun 2013, sebagaimana dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Manseltus Mitak, pendapatan dari RSUD Ruteng sekitar Rp. 18 miliar. Menurutnya, anggaran tersebut semuanya dikembalikan kepada RSUD Ruteng, ditambah anggaran khusus dari APBD sekitar Rp. 8 miliar untuk perbaikan pelayanan kesehatan.

Anggaran perbaikan dan peningkatan RSUD yang terbilang besar ini, ternyata tidak berbanding lurus dengan kualitas pelayanan RSUD Ruteng. Pasalnya, kualitas pelayanan di RSUD Ruteng sering dikeluhkan pasien.

Terakhir, keluarga pasien Enik Nangge (44), warga asal Wae Lengga, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur kecewa dengan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Manggarai, Flores, NTT.

Mereka kecewa karena dengan alasan tidak sanggup dan kekurangan peralatan  medis untuk operasi, dokter di RSUD tidak melanjutkan operasi Enik. Padahal perut telah dibelah.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Zaenal Abidin mengaku prihatin dengan kondisi RSUD Ruteng yang memberikan pelayanan kurang memuaskan. Zaenal merasa aneh dengan kondisi seperti itu, di mana PAD terbesar Kabupaten Manggarai berasal dari RSUD Ruteng, namun kualitas pelayanannya masih buruk.

“Aneh kalau peralatan medis kurang, padahal PAD terbesar berasal dari RSUD,” kata dr. Zaenal saat dihubungi Floresa.co, Sabtu (28/2).

Dia mengharapkan pemerintah daerah Kabupaten Manggarai memberikan perhatian ekstra terhadap peningkatan pelayanan RSUD Ruteng. Dengan anggaran sebesar Rp. 17 miliar atau Rp. 18 miliar per tahun, katanya RSUD seharusnya dapat meningkatkan kualitas pelayanannya.

“Kesehatan merupakan kebutuhan dasar rakyat yang harus dijamin negara (pemerintah daerah). Apalagi PAD daerah banyak berasal dari RSUD dan anggaran untuk peningkatan kualitas RSUD besar,” tuturnya.

“Mau tidak mau, pemerintah daerah harus menambah fasilitas dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan termasuk mengadakan peralatan operasi yang memadai,” tambah dr. Zaenal. (TIN/Floresa)