Jembatan Batok, sekitar 1 km dari kota Reo terputus sekitar pukul 14.00 WITA, Kamis (26/2/2015). Foto : Facebook Hila Teguh)
Jembatan Batok, sekitar 1 km dari kota Reo terputus sekitar pukul 14.00 WITA, Kamis (26/2/2015). Foto : Facebook Hila Teguh

Ruteng, Floresa.co – Jembatan Batok di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menghubungkan Reo, ibukota Kecamatan Reok dengan Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai, terputus sekitar pukul 14.00 WITA. Akibatnya, lalu lintas menjadi lumpuh.

“Lalu lintas terputus. Kalau kendaraan berderek dia bisa lewat kali,” ujar Camat Reok, Silvester Takang yang dihubungi Floresa.co, via telepon, Kamis (26/1/2015).

Jembatan ini terletak sekitar satu kilometer dari Reo. Silvester mengatakan, penyebab ambruknya jembatan tersebut diduga karena fondasinya tidak mampu menahan kendaraan bertonase tinggi yang biasa melintas.

“Selama ini dia punya fondasi itu sudah terkikis oleh air, tambah lagi kendaraan yang bertonase besar. Jelas dia punya pangkuan tidak kuat sudah di bawahnya karena terkikis oleh air banjir. Itu pemicunya,” ujarnya.

Takang mengaku sedang berada di lokasi untuk memantau peristiwa ini.

“Kita tadi sudah minta bantuan teman dari UPTD PU Pusat yang ada di Ruteng. Alatnya sedang menuju ke lokasi,” ujarnya.

Rencananya, kata dia, akan dibuka jalan alternatif agar lalu lintas bisa berjalan normal.

“Ini lagi bangun komunikasi dengan pemilik tanah tadi,” ujarnya.

Hila Teguh seorang  warga yang berada di lokasi kejadian membenarkan bahwa jembatan ambruk sekitar pukul 14.00 Wita.

“Tadi teman-teman sopir travel yang duluan tiba di lokasi bilang seperti itu, terus mereka bilang sebelum jembatan itu runtuh ada dua mobil truk 10 ban dari sebuah perusahaan yang lewat mengangkut pasir, keduanya berjalan beriringan,” ujarnya.

Hila mengatakan memang kondisi jembatan tersebut  sudah tua.

“Jembatan ini kan sudah dibangun tahun 1987/1988. Terus dia punya pangkuan jembatan dari arah Reo itu dibawahnya tergerus banjir,” ujar Hila.

Saat ini, kata dia mobil tidak bisa melintas. “Motor bisa lintas lewat sebelah Kampung Batok dan dipungut biaya oleh masyarkat, saya dengar Rp 5.000,” ujar Hila. (PTD/Floresa)