Ilustrasi Pilkada LangsungFloresa.co – Dua kepala dinas di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menyatakan akan maju dalam bursa pencalonan bupati Manggarai, Desember mendatang.

Keduanya, kini sedang menyiapkan taktik dan strategi untuk bisa naik kelas dari kepala dinas menjadi bupati di kabupaten tetangga.

Keduanya memang berasal dari Manggarai tetapi  mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil di Matim.

Siapa saja mereka?

1. Maksimus Ngkeros

Maksimus Ngkeros
Maksimus Ngkeros

Maksimus Ngkeros saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Matim.

Alumnus Institut Teknologi Adhitama Surabaya ini lahir di Ruteng 12 September 1962 dan pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan di Kabupaten Manggarai.

Pada Pilkada tahun ini, Maksi berpasangan dengan Stephanus Pelor, seorang pengacara dan pengusaha asal Rai, Kecamatan Ruteng.

Pasangan ini sudah mendeklarasikan diri pada 2 Agustus 2014 di Desa Rai. Saat itu, Maksi dalam sambutannya menyentil soal dinasti kekuasaan. Dia mengatakan jangan sampai ada dinasti kekuasaan di Manggarai.

Menurutnya, semakin lama seseorang memegang kekuasaan akan makin tumbuh gaya otoriternya. Dia tidak secara eksplisit menyebut siapa sasaran tembaknya saat itu.

Namun, salah satu bakal calon yang bakal menjadia rival pasangan ini adalah Kamelus Deno yang sudah menjadi Wakil Bupati Manggarai selama 10 tahun.

Pasangan ini sudah mendaftar ke DPC PDI-P untuk menjadi kendaraan politik mereka agar bisa melaju dalam Pilkada. Selain, itu juga masih akan mendekati sejumlah partai lainnya.

“Untuk sementara baru PDI-P yang buka pendaftaran, yang lain keliahatannya belum. Kalau Demokrat sebentar lagi kita akan ikut daftar, mungkin Sabtu,” ujar Maksi ketika dihubungi Floresa.co, Selasa (24/2/2015).

2. Dokter Philipus Mantur

Dokter Philupus Mantur
Dokter Philupus Mantur

Saat ini Dokter Philipus Mantur menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Matim. Dokter Philipus sudah menyatakan akan maju dalam bursa Pilkada Manggarai.

Dia sudah menggaet Adrianus Suhardi, anggota DPRD Manggarai dari Fraksi Gerindra sebagai wakilnya.

Pasangan ini ancang-ancang untuk maju melalui jalur independen alias tanpa melalui partai. Karena itu, mereka harus mencari dukungan dari 8,5% rakyat Manggarai sebagai tiket untuk bisa ikut masuk gelanggang pertarungan Pilkada.

“Saya akan coba maju lewat (jalur) independen, tapi memang kita masih kerja ini. Kami juga nanti coba lamar lewat partai. Kami masih diskusi partai mana yang pas nanti,” ujarnya ketika berbincang dengan Floresa.co, Senin (23/2/2015).

Bila kelak terpilih, pasangan ini berjanji untuk fokus membenahi sektor kesehatan, pendidikan, pertanian dan perekonomian. (PTD/Floresa)