Maksimus Man, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Manggarai
Maksimus Man, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Manggarai
Maksimus Man, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Manggarai

Floresa.co – Pemerintah Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) di Jakarta terkait sejumlah rumah tangga sasaran di sejumlah desa yang tidak mendapat jatah beras miskin (raskin) Program Operasi Khusus (OPK) bulan ketiga belas.

Sejumlah desa tidak dapat jatah beras tersebut karena terlambat menyetor uang pembelian ke Depot Logistik (Dolog) Manggarai.

Batas akhir penyetoran uang sesuai aturan Bulog di Jakarta adalah Jumat (30/1/2015) lalu.

Maksimus Man, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Manggarai mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog di Jakarta terkait hal tersebut. Namun, Maksimus mengatakan, keputusan tetap tergantung pada Bulog.

“Semua tergantung di pusat (Bulog), apakah mereka masih terima kordinasi kita atau tidak. Sebab, aturan ini berlaku di seluruh Indonesia,” kata Maksimus kepada Floresa.co di ruang kerjanya, Jumat (6/2/2015).

Maksimus mengatakan, pagu raskin untuk Manggarai tahun 2015 mencapai 5.012.100 kg dengan jumlah rumah tangga sasaran 27.845. Jumlah rumah tangga sasaran ini tersebar di 80 desa.

Namun, tidak semua rumah tangga sasaran bisa mendapatkan jatah raskin tersebut. Karena realisasi yang disalurkan 222.480 kg atau setara dengan 53,3 persen. Sisanya, 46,7% tidak bisa mendapatkan jatah beras murah tersebut karena kepala desa terlambat menyetor uang pembelian.

“Menurut keterangan Kepala Dolog Manggarai di tanggal 30 Januari lalu itu, ada dua kepala desa yang datang menyetor uang raskin. Tetapi rekening Bulog pusat sudah tutup. Ini aturan Bulog pusat,” ujarnya. (ADB/Floresa)