Ilustrasi
Ilustrasi

Ruteng, Floresa.co -Sekolah di desa-desa di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT mengeluhkan kekurangan guru yang berstatus pegawai negeri sipil. Mayoritas guru yang mengajar di desa berstatus guru komite atau guru kontrak.

Di SDI Lando Kecamtan Cibal misalnya, dari sembilan guru hanya ada dua tenga guru yang bersatus PNS. “Sebagian besar guru komite,”ujar Kepala Desa Lando, Markus Sema saat berbicangan dengan Floresa.co beberapa waktu lalu.

“Rupanya sulit sekali untuk menempatkan guru PNS di SDI Lando, itu pun dua tenaga PNS yang ada ini putra desa asli,”tambah Markus.

SDI Lando kata dia berdiri tahun 1983. Pada tahun pertama kata dia ada satu guru PNS, kemudian ada penambahan menjadi tiga tenaga guru PNS. “Selama ini rata-rata guru PNS di SDI Lando itu tiga saja yang tertinggi, hingga hari ini sisa dua,”ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Yoakim Jehati mengatakan fenomena tersebut hampir terjadi di semua sekolah yang ada di desa-desa di Manggarai. “Ada penumpukan guru PNS di kota,”ujar Yoakim.

Menurut Yoakim salah satu penyebabnya karena ada sejumlah guru PNS perempuan yang pindah ke kota mengikuti suami mereka.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olaraga Kabupaten Manggarai Adi Empang mengakui adanya keluhan dari sejumlah sekolah tentang minimnya jumlah guru PNS. “Karena keterbatasan tenaga, jadi memang ada yang dua, masih baik kalau ada, ada yang kebanyakan guru komite, kita masih upayakan sehingga dengan demikian paling tidak ada guru negeri, memang ada keluhan seperti itu,”ujar Adi.

Jumlah guru PNS di Manggarai kata Adi sekitar 2.000-an orang. Tetapi di sisi lain jumlah sekolah mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA juga banyak. (PTD/Floresa)