Rektor-UNIPA-Maumere-menerima-kedatangan-Putri-Indonesia-Perwakilan-NTT-di-Halaman-Kampus.

Maumere, Floresa.co – Mentari pagi baru sejam menyembul dari peraduan menyapa warga Kota Maumere. Waktu itu di penghujung Januari tepatnya Jumat(30/01/2015).

Halaman Kampus Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere dipadati ratusan mahasiswa, pengurus yayasan, jajaran rektorat, dosen serta karyawan. Mereka sedang menunggu kedatangan seorang tamu istimewa.

Dari wajah-wajah mereka, tampak ada rasa penasaran ingin secepatnya melihat dan bertatap muka dengan sang tamu yang tak lain adalah Putri  NTT Tahun 2014.

Di teras pintu masuk gedung Rektorat UNIPA telah berdiri gagah sepasang mahasiswa berbusana adat khas dua dan moat Sikka  menanti kedatangan sang putri.

Keduanya bertugas mengalungi sang tamu dengan selempang. Dalam budaya orang Sikka, pengalungan pakaian adat kepada tamu adalah sebuah simbol rasa hormat dan penghargaan yang tinggi.

Ternyata penantian itu berlangsung singkat. Seolah ingin lekas menjawab tanya. Tepat pukul 09.00 WITA, Maria Carolina Theresa Noge,nama lengkap sang putrid, tiba juga. Ia didampingi kedua orang tuanya, Carolus Dae dan Yosepha Rehina Masi serta beberapa sanak keluarga dan kenalan.

Sejak keluar dari kendaraan yang ditumpangi, ia begitu gampang dikenali. Perawakanya yang tinggi semampai ditambah dengan selempang putih berenda hitam bertuliskan Putri Indonesia yang menyampir erat pada bajunya serta mengenakan mahkota putri di kepala membuat ia mudah dikenali. Kekhasan ini menjadikan dirinya berbeda dengan lainnya. Semua mata pun tertuju kepadanya.

Sebelum menemui ratusan civitas akademika yang telah menantinya di halaman tengah kampus, Carolina, begitu ia akrab disapa, menyempatkan diri untuk bertemu terlebih dahulu dengan Rektor Unipa, Ir.Angelinus Vinsensius, M.Si. Kemudian, didampingi sang Rektor, ia langsung menuju halaman tengah kampus, tempat dilangsungkannya acara tatap muka.

Dia datang berbagi kiat sukses sembari memohon dukungan masyarakat Sikka dalam kontes putri Indonesia yang akan digelar 12 Februari ini. Dia menjadi perwakilan NTT dalam kontes kecantikan itu.

Dalam kunjungan yang berlangsung sejam itu, mahasiswi semester V di Fakultas Hukum, Universitas Padjajaran Bandung ini banyak memberikan motivasi dan mengajak mahasiswa untuk terus belajar sunguh-sungguh.

Menurutnya, kunci sukses dalam hidup ini adalah fokus pada apa yang menjadi tujuan hidup. Itulah yang telah diapilikaskannya sejak kecil.

Diakuinya, itu pula yang membuat dirinya menjadi perempuan mandiri hingga kini. “Fokus pada apa yang kita buat sekarang, yang telah kita mulai dan yang akan kita lakukan di masa mendatang adalah kunci sukses “ujarnya meyakinkan, disambut tepukan tangan ratusan mahasiswa.

Secara khusus kepada sesama kaum hawa, ia mengatakan dibalik kelembutan, sesungguhnya, perempuan menyimpan banyak kekuatan. Perempuan NTT, kata dia, adalah orang yang tangguh. Namun ketangguhan ini belum bisa berkembang baik karena masih banyak yang berpendidikan rendah.

Tentang kontes putri Indoensia 2015, dia mengatakan meski terlahir dan besar di tanah rantau, ia tetap menaruh obsesi besar untuk fokus mengenalkan kekayaan objek wisata NTT pada ajang tersebut. Baginya, NTT itu ibarat surga terpendam yang belum dikenal luas.

Jika tidak ada aral melintang, maka ia akan bisa bertarung sampai pada tahapan Grand Final 20 Februari mendatang. “Mohon doa restunya”, begitu ucapan singkatnya sebelum meninggalkan Unipa. (Mario Sina- Kontributor FLoresa.co di Sikka).