Kritik Kinerja Credo, Viktor Slamet : “Saya Tidak Asal Omong!”

0
672
Viktor Slamet, calon bupati Manggarai dalam salah satu kunjungan ke wilayah Kecamatan Satar Mese
Viktor Slamet, calon bupati Manggarai dalam salah satu kunjungan ke wilayah Kecamatan Satar Mese
Viktor Slamet, calon bupati Manggarai dalam salah satu kunjungan ke wilayah Kecamatan Satar Mese

Floresa.co – Bakal Calon Bupati Manggarai Viktor Slamet mengatakan, kritikan yang disampaikannya terkait kinerja pemerintahan Bupati Cristian Rotok dan Wakil Bupati Kamelus Deno (Credo) selama 10 tahun memimpin Kabupaten Manggarai, Flores, NTT berbasiskan pada data-data resmi pemerintah.

“Saya punya semua (data). Saya tidak asal omong. Saya pakai data resmi statistik ‘Manggarai Dalam Angka dan NTT Dalam Angka’. Ada tanda tangan Cris Rotok di sana,” ujar Viktor kepada Floresa.co, Kamis (29/1/2015).

Viktor mengapresiasi berbagai tanggapan atas kritikannya itu baik yang mengamini maupun pihak yang tidak menerima kritikan tersebut.

Viktor mengatakan, pada waktunya nanti dia akan membeberkan data-data statistik Kabupaten Manggarai selama 10 tahun kepemimpinan Credo.

Data-data tersebut diantaranya adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yaitu indikator pertumbuhan ekonomi lokal di Manggarai.

“Ini yang mau saya lakukan di Manggarai, supaya kita semua membuka mata, ukuran-ukuran keberhasilan pembangunan itu apa? Ada sembilan sektor di PDRB. Sembilan sektor itu kita melihat kontribusinya dan penyerapan lapangan kerjanya seperti apa”, katanya.

“Tentu, nanti ada kaitanya dengan masalah pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Jadi, bukan sekadar bangun ini, bukan. Dan itu kan di indikatornya sudah sangat jelas,” lanjut Viktor.

Ia memberikan sedikit gambaran mengenai kondisi PDRB Manggarai dalam 10 tahun terkahir.

Menurutnya, kontribusi sektor pertanian mengalamai penurunan. Hal itu, kata dia, memang hal yang wajar dalam transformasi sosial. Tetapi, lanjut Viktor, penurunan kontribusi sektor pertanian secara teoritik mestinya diikuti peningkatan kontribusi sektor jasa dan industri.

Tetapi di Manggarai justru sektor konstruksi yang mengalami peningkatan.

“Saya punya dasar semua omong begitu. Saya hitung semua, misalnya 10 tahun yang lalu 2005, PDRB pertanian itu berapa, sekarang berapa, ya memang harus turun PDRB pertanian. Terus lari kemana petani-petani itu? Harusnya kan ke sektor jasa atau industri pengolahan. Tapi lari ke konstruksi, berarti jadi blue collar atau jadi buruh. Harusnya mereka lari ke industri pengolahan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam wawancara dengan Floresa.co pada Minggu (25/1/2015), Viktor mengatakan tidak ada perubahan signifikan yang dilakukan oleh Rotok dan Deno selama 10 tahun memimpin Manggarai.

Slamet memang mengakui, Credo membuat perubahan dalam hal pembenahan infrastruktur. “Tapi saya lihat itu tidak dikuti (perbaikan) ekonomi sehingga mubazir semua infrastruktur yang dibangun itu,” ujar Viktor.

Kritikan Viktor direspon Rotok, di mana ia menegaskan, jika dirinya belum berhasil, maka kewajiban bupati terpilih nanti yang melanjutkan pembangunan.

“Kalau Pa Viktor terpilih, tugas beliaulah untuk membuat Manggarai  berubah signifikan,” kata Rotok kepada Floresa.co, Selasa (27/1/2015) malam.

Maksi Ngkeros yang juga sedang mempersiapkan diri merebut kursi nomor satu di Manggarai, ikut menanggapi Viktor, di mana ia menyebut kritikan Viktor tidak didukung dengan kajian yang jeli dan tanpa data sehingga menyebabkan pembaca bingung.

“Karena sesungguhnya untuk mengukur sebuah perubahan dalam pembangunan bukan hanya dilihat dari infrastruktur dan perbaikan ekonomi saja. Namun sebuah perubahan itu diukur dari sejauh mana dampak pembangunan terhadap peningkatan harkat dan martabat serta hak asasi manusia,” kata Maksi kepada Floresa.co, Rabu (28/1/2015) pagi.

Ia menambahkan, hakikat dari pembangunan itu sendiri adalah membangun manusia seutuhnya, dengan indikator yang dapat diukur yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Dalam data statistik 2009-2012, beber Maksi, IPM Kabupaten manggarai tahun 2012 sebesar 68,30 dan menempati urutan 8 dari 21 kabupaten /kota se NTT.

Menurutnya, kondisi ini cukup baik bila dibandingkan 10 tahun yang lalu dimana kabupaten Manggarai masih menempati posisi 2 digit.

Namun demikian, kata dia, tentu masih banyak hal yang perlu dibenahi ke depan agar kehidupan masyarakat Manggarai dapat lebih baik seperti yang dikatakan Cristian Rotok dalam tanggapanya.

“Sebagai seorang yang ingin memimpin Kabupaten Manggarai, kejelian dalam melihat dan mengkaji hasil-hasil pembangunan sangatlah dibutuhkan agar mampu membuat konsep-konsep strategis yang lebih baik lagi ke depan,” tutur Maksi. (ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini