Motor Terbakar di SPBU, Warga Maumere Ngamuk Lantaran Alat Pemadam Kebakaran Tak Berfungsi

0
674
Sepeda motor yang terbakar di area SPBU (Foto: Mario Sina/Floresa)
Sepeda motor yang terbakar di area SPBU (Foto: Mario Sina/Floresa)
Sepeda motor yang terbakar di area SPBU (Foto: Mario Sina/Floresa)

Maumere, Floresa.co – Sepeda motor Suzuki berjenis Shogun hangus terbakar dilahap si jago merah usai mengisi bensin di SPBU Madawat, Maumere, Kabupaten Sikka – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu(28/1/2015) malam.

Erik (40), salah seorang pengendara motor yang ditemui Floresa.co di lokasi kejadian mengatakan, ketika motor Shogun ini bergerak keluar hendak meninggakan SPBU, tepatnya di depan pintu gerbang, api merambat dari tangki motor yang bocor. Api, kata Erik, langsung membesar.

Pengendara motor naas tersebut sudah dahulu meloncat dari motor sehingga nyawanya terselamatkan.

Akibat kejadian itu, suasana SPBU yang semula disibukkan dengan aktivitas pengisian BBM mendadak terhenti.

Para pengendara motor yang sedang mengantri sigap bergerak untuk memadamkan api, dibantu warga sekitar. Api berhasil dipadamkan setelah warga menyiramkan pasir yang diambil dari drum di SPBU dan di rumah warga sekitar.

Alat pemadam kebakaran yang dipajang di SPBU tidak dapat difungsikan sehingga usaha warga hanya mengandalkan siraman pasir.

Pantauan Floresa.co, usai memadamkan api, warga sekitar SPBU yang berjumlah puluhan orang datang mengamuk.

Warga sekitar mengamuk di dalam area SPBU (Foto: Mario Sina/Floresa)
Warga sekitar mengamuk di dalam area SPBU (Foto: Mario Sina/Floresa)

Mereka menuntut SPBU ditutup saja karena sudah sering lalai memperhatikan keselamatan.

Karena tidak berhasil menemui manajemen SPBU, kemarahan warga pun ditumpahkan pada para operator pengisian BBM yang hanya diam menghadapi warga.

Menurut Moat Nong (64), salah seorang perwakilan warga, dirinya bersama warga lain mendatangi SPBU karena selama ini sudah sering terjadi kebakaran di SPBU tersebut. Tetapi pihak SPBU tidak pernah menjadikan ini sebagai bahan pembelajaran untuk mempersiapkan alat pemadam kebakaran yang bisa difungsikan.

Sebagai warga sekitar SPBU, mereka khawatir  sewaktu – waktu rumahnya bisa ikut terbakar kalau SPBU bersikap tidak profesional seperti ini.

“Saya heran, SPBU yang besar ini tidak punya alat pemadam kebakaran, padahal kebakaran sudah sering terjadi,” Nong.  (Mario Sina, Kontributor di Maumere).

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini