Bila UU Memungkinkan, Viktor Slamet Akan Pilih Dua Wakil

0
733
Viktor Slamet, calon bupati Manggarai dalam salah satu kunjungan ke wilayah Kecamatan Satar Mese
Viktor Slamet, calon bupati Manggarai dalam salah satu kunjungan ke wilayah Kecamatan Satar Mese
Viktor Slamet, calon bupati Manggarai dalam salah satu kunjungan ke wilayah Kecamatan Satar Mese

Ruteng, Floresa.co – Viktor Slamet, salah satu bakal kandidat bupati Manggarai, Flores, NTT mengatakan akan memilih dua wakil bupati bila peluang itu tetap dibuka dalam regulasi pemilihan umum kepala daerah.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 1 tahun 2014 yang sudah disetujui DPR menjadi Undang-Undang, pemilihan umum kepala daerah hanya memilih gubernur, bupati, dan walikota. Sedangkan wakil nanti akan dipilih sendiri oleh kepala daerah terpilih.

Presiden Joko Widodo pada 1 Desember 2014 lalu sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah No Nomor 102 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengusulan dan Pengangkatan Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota.

Dalam Peraturan tersebut, daerah yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 250.000, seperti Kabupaten Manggarai, bisa memiliki dua wakil bupati. “Pasti, kita ikutin jumlah itu. Dua itu kan akan mebantu kita dalam proses pemenangan. Wakil pasti dua kalau memang UU-nya seperti itu,”ujar Viktor saat dihubungi Floresa.co, Minggu (25/1/2015).

Namun, ketentuan mengenai wakil kepala daerah ini saat ini tengah diutak-atik lagi oleh Komisi II DPR RI. Sejumlah anggota DPR menginginkan agar pemilihan umum kepala daerah tetap dalam satu paket bersama wakilnya.

Viktor mengatakan kalau pun nanti pemilihan kepala daerah tetap dilakukan dalam satu paket dengan wakilnya, saat ini dia sudah siap bergandengan dengan Silvester Baeng. “Kalau saya kan dari awal sudah komitmen dengan Pak Sil Baeng, bahwa toh kalau paket, kami sudah setting, kalau toh tidak paket tetap kita ambil pak Sil Sebagai Wakil,”ujarnya.

Terkait jadwal pemilukada yang belum pasti, Viktor mengatakan, meski berpengaruh terhadap persiapan, tetapi menurutnya itu bukan persoalan prinsipil. “Jadi intinya kita mengikuti, tentu saya yakin masing-masing bakal calon punya strategi masing-masing untuk menyikapi. Tapi itu bukan suatu hal yang prinsip bagi saya. Tidak menghambati niat dan tujuan kita untuk ambil bagian dalam pilkada ini,”tandasnya.

Dia mengatakan pasca disahkannya Perppu No 1 tahun 2014 menjadi UU, timnya bersama Silvester Baeng makin intens melakukan konsolidasi. (PTD/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini