Pemprov NTT Utamakan Uang, Bukan Rakyat Mabar

0
462
Edward Angimoy
Edward Angimoy
Edward Angimoy

Floresa.co – Warga di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan keprihatinan terhadap pola pikir pihak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) terkait polemik Pantai Pede.

Mereka menyebut pihak Pemprov sama sekali mengabaikan hal yang substansial, yaitu kepentingan masyarakat Mabar, hanya demi alasan meraup keuntungan lewat dana Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika di Pantai Pede dibangun hotel, sebagaimana yang diinginkan pihak Pemprov NTT.

Dalam wawancara dengan Floresa.co, Kamis (22/1/2015), Karo Humas Pemprov NTT, Lambertus Ibi Riti mengatakan, mereka akan tetap melanjutkan rencana pembangunan hotel oleh PT Sarana Investama Manggabar (PT SIM).

Ia menjelaskan, jika dibangun hotel, maka akan banyak dana  yang masuk ke khas daerah. Menjadikan Pantai Pede sebagai ruang publik, katanya, tidak akan membawa keuntungan.

Edward Angimoy dari Komunitas Bolo Lobo, salah satu kelompok anak muda di Mabar yang militan mempertahankan Pantai Pede mengatakan, pernyataan Lambertus merupakan contoh cara berpikir aparat negara yang sesat.

“Pembangunan hanya dilihat sebagai upaya mendatangkan uang dan keuntungan dalam rumusan PAD. Hanya berhenti di situ,” katanya kepada Floresa.co, Kamis petang.

Ia menjelaskan, pihak Pemprov terbukti masih nyaman dengan pola pikir melihat kesejahteran rakyat hanya diukur dari seberapa banyak uang atau pendapatan yang mampu mereka hasilkan.

“Pemerintah lupa, bahkan abai bahwa sebenarnya kesejahteraan rakyat juga menyangkut seberapa besar terpenuhinya kebutuhan terhadap ketersediaan ruang publik terbuka, kebebasan berekspresi dan memperjuangkan aspirasi, akses yang luas terhadap sumber daya milik bersama dan lain-lain”, katanya.

Menurut Edward, argumentasi demi PAD adalah suatu bentuk penyingkiran atau eksklusi dan marginalisasi rakyat Mabar.

Ia juga menambahkan, dari pernyataan Lambertus, ada kesan seolah-olah rakyat Manggarai Barat bukan rakyat NTT dan aspirasi rakyat Manggarai Barat bukan aspirasi rakyat NTT. (ARL/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini