Tiga Pembunuhan Misterius di Alor Diduga Bermotif Politik

0
1551
ilustrasi
ilustrasi
Ilustrasi

Kalabahi, Floresa – Pembunuhan misterius yang terjadi di Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga terkait masalah politik.

Seorang warga yang meminta namanya tidak disebut mengingat situasi di Alor yang masih memanas mengatakan kepada Floresa.co, Selasa (20/1/2015), tiga pembunuhan misterius yang terjadi selama tiga pekan terakhir itu, memiliki benang merah.

Selain sama-sama masih misterius pelakunya, korbanya berasal dari daerah yang sama yaitu Pulau Pantar.

Sumber tersebut mengatakan mulanya masyarakat di Kalabahi menganggap pembunuhan tersebut adalah kriminal biasa yaitu dengan motif perkelahian antar geng.

Tetapi, belakangan dengan melihat latar belakang korban dari daerah yang sama, masyarakat mulai berspekulasi, pembunuhan tersebut memiliki muatan politik.

“Karena ini semua kejadianya terjadi pada orang Pantar, maka kemudian dikaitkan dengan politik antara bupati sekarang (Amon Djobo) dan bupati sebelumnya (Simeon Pally) yang memang belum ada suatu titik temu”, katanya.

“Bupati yang sebelumnya, Simeon Pally, orang Pantar, sekarang Amon Djobo orang Pura, Alor. Ini gesekan-gesekan Pemilukada yang terbawa sampai sekarang,” terang sumber tersebut menduga.

Bupati Alor Amon Djobo dan mantan Bupati Alor Semeon Pally belum bisa diminta konfirmasi dan keterangan terkait masalah ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga kasus pembunuhan terjadi secara beruntun.

Pertama, terjadi pada 23 Desember 2014 lalu, sekitar pukul 23.00 WITA yang menimpa anak dari salah satu petugas pelabuhan.

Kejadian kedua pada 7 Januari 2015, dengan korban Yustinus Mau. Saat peristiwa pembunuhan terjadi, Yustinus  sedang bersama mantan Bupati Alor, Simeon Pally. Keduanya baru saja kembali dari acara silahturahmi tahun baru sekitar pukul 23.00 WITA.

Kejadianya ketiga adalah pada 15 Januari 2015. Kali ini menimpa seorang mahasiswa Universitas Tribuan Kalabahi bernama Yosten Illu.

Mahasiswa semester enam yang tengah mengambil cuti itu dibantai di rumah majikannya. Kejadianya juga sekitar pukul 23.00 WITA.

Saat itu, Yosten yang bekerja sebagai kondektur itu sedang bersantai di teras rumah majikannya usai membersihkan mobil. Tiba-tiba tiga orang tak dikenal menyerang dan membantainya secara sadis hingga tewas.

Ketiga korban berasal dari Pantar. Korban pertama berasal dari Kecamatan Pantar Timur, korban kedua dari Kecamtan Pantar Tengah, dan korban terakhir dari Kecamatan Pantar. (PTD/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini