Kepala Desa dan Oknum yang Mengaku Pegawai PLN Menipu Warga Desa Ling, Satar Mese Barat

0
804
Warga desa Ling, Kecamatan Satar Mese Barat saat berdialog dengan Direktur PLN Rayon Ruteng Nursyamsu Rodja, Selasa (13/1/2015) (Foto : Ardy Abba/Floresa
Warga desa Ling, Kecamatan Satar Mese Barat saat berdialog dengan Direktur PLN Rayon Ruteng Nursyamsu Rodja, Selasa (13/1/2015) (Foto : Ardy Abba/Floresa
Warga desa Ling, Kecamatan Satar Mese Barat saat berdialog dengan Direktur PLN Rayon Ruteng Nursyamsu Rodja, Selasa (13/1/2015) (Foto : Ardy Abba/Floresa

Ruteng, Floresa.co – Philipus Papu, Kepala Desa Ling, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT tega menipu warganya sendiri. Dia meminta warganya mengumpulkan uang untuk membeli meteran listrik, tetapi hingga kini seterum tak masuk juga ke rumah warganya.

Aksi Philipus ini dilakukan bersama dua orang yang mengaku pegawai PLN Rayon Ruteng atas nama Kristo Bili dan Sius Naur. Para calon pelanggan ini diminta membeli meteran ukuran 1.300 watt dengan harag Rp 3,5 juta dan meteran 900 watt dengan harga Rp 3,3 juta.

Total rumah tangga pelanggan yang ditipu oleh sang kades bersama dua oknum yang mengaku pegawai PLN itu sebanyak 21 pelanggan.

Hingga kini listrik yang dijanjikan itu belum juga masuk ke ruamh warga yang telah membayar. Berkali-kali warga sudah meminta pertanggungjawaban Philipus Papu, tetapi dia beralasan tidak ada persediaan meteran di PLN Ruteng.

Merasa sudah ditipu, perwakilan para korban ini pun hari ini, Selasa (13/1/2015) mendatangi Kantor PLN Rayon Ruteng di Ruteng.  Mereka ingin meminta penjelasan langsung dari PLN terkait persoalan ini.

Gabriel Jangkur, seorang warga asal Kolang, Desa Ling kepada Floresa.co, di depan kantor PLN Ruteng mengatakan, sejak Februari 2014 lalu mereka sudah memberikan uang pembelian meteran listrik. Saat itu, menurut Gabriel, listrik dijanjikan akan mengalir ke rumah warga pada tanggal 15 Februari 2014 itu juga.

Namun, hampir setahun sudah berlalu, listrik tak juga menerangi rumah warga yang sudah membayar. “Seringkali kami sampaikan itu ke Kades tapi jawabannya tidak ada stock meteran di PLN Ruteng,” ujar Gabriel.

Gabriel mengatakan selain mengadukan ke PLN Rayon Ruteng, warga juga berencana akan melaporkan Kepala Desa dan dua oknum yang mengaku pegawai PLN itu ke Kepolisian Resort Ruteng.

Hari ini, di depan Direktur PLN Rayon Ruteng Nursyamsu Rodja, perwakilan korban ini menanyakan apakah nama-nama mereka sudah tercatat dalam data pelanggan PLN.

Nursyamsu Rodja mengatakan  nama 21 orang yang sudah membayar uang pembelian meteran itu belum tercatat sebagai pelanggan PLN Ruteng. Selain itu, oknum yang mengaku sebagai pegawai PLN itu tidak tercat di kantornya. “Masalah keuangan mereka (21 keluarga pelaggan) saya bantu fasilitasi. Kami akan menanyakan langsung ke kepala desanya,” ujar Nursyamsu. (ADB/Floresa).

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini