Jaringan Irigasi Terputus, Sawah di Desa Hilihintir Satar Mese Barat Terancam Gagal Tanam  

1
742
Sawah lodok di Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

 

Manggarai merupakan lumbung beras untuk NTT
Manggarai merupakan lumbung beras untuk NTT

Satar Mese, Floresa.co – Jaringan irigasi  Wae Mao 2 di Desa Hilihintir, Kecamtan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) terputus sejak 24 Desember 2014. Akibatnya, 700 hektare sawah yang mengandalkan pasokan air dari irigasi tersebut terancam gagal tanam.

Harian Kompas edisi Minggu (11/1/2015) melaporkan hingga kini jaringan irigasi yang rusak itu belum diperbaiki.  Jaringan irigasi itu terputus karena longsor menyusul hujan lebat yang mengguyur kawasan sekitarnya.

Menurut keterangan yang diperoleh di lapangan, perbaikan irigasi tersebut sulit dilakukan secara darurat, apalagi langsung oleh petani, karena kerusakan yang sangat parah. Jaringan irigasi yang terputus itu adalah yang menempel pada tebing terjal sepanjang lebih kurang 15 meter. Bagian bangunan di lokasi itu terempas ke dasar jurang akibat terjangan material longsor dari atas.

“Sebagian besar areal sawah di daerah itu kini dalam kondisi siap tanam. Persiapannya terganggu setelah jaringan irigasi terputus. Ancaman gagal tanam kian jelas jika kerusakan jaringan irigasi itu tidak segera diperbaiki,” ujar Sekretaris Camat  Satar Mese Barat, Gon Nggarang di Narang, Sabtu (10/11/2015).

Menurut Gon meski air irigasi mengering, petani setempat tetap mengerjakan sawah mereka dengan menggandalkan air hujan. Namun, karena tidak turun dengan intensitas tinggi, air hujan tidak bisa mengairi sawah mereka secara maksimal.

Pemerintah Kabupaten Manggarai hingga Sabtu belum melakukan perbaikan irigasi yang rusak tersebut. Pasalnya, jaringan irigasi tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi NTT.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Vinsen Marung di Ruteng mengatakan sudah melaporkan ke pemerintah provinsi terkait kerusakan irigasi tersebut, namun hingga kini belum ada respon.

Pemerintah Kabupaten Manggarai, kata dia, siap memperbaiki jaringan irigasi tersebut secara darurat.  Namun, hal itu belum bisa dilakukan karena tidak adanya respons dari dinas terkait di Provinsi NTT.

“Wae Mao 2 termasuk jaringan irigasi vital di Manggarai hingga perbaikannya diharapkan bisa dilakukan secepatnya. Kami menunggu sikap pemerintah provinsi. Pemkab Manggarai segera mengambil langkah perbaikan jika provinsi belum siap mengatasinya,” ujar Vinsen. (PTD/Floresa)

 

 

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

  1. Para pejabat saling melempar tanggung jawab kabupaten ke Propinsi , rakyat merana tdk bisa makan , carilah jalan keluar yang cepat dan cerdas.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini