Miliaran Dana Bantuan untuk Pengungsi Rokatenda Diduga Ditilep Pemda Sikka

0
804
Ilustrasi Korupsi

KASUS-KORUPSIFloresa.co – Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Sikka – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemerintah kabupaten itu dilapor oleh Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke Kejaksaan Negeri Maumere karena diduga menelan miliaran dana yang seharusnya diberikan kepada warga Palue, yang mengungsi akibat letusan Gunung Rokatenda.

Dalam dokumen yang diserahkan ke Kejari Maumere, Jumat (9/1), DPC PKB menyebut ada 7 modus operandi korupsi yang dilakukan, di antaranya termasuk adanya transfer dana bantuan ke rekening pribadi Kepala Badan Penanggulangna Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka oleh Bendahara BPBD Maria Berginta.

Modus lain adaal pembelanjaan barang yang tidak menggunakan kuitansi normatif dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di samping itu, tidak selesainya pembangunan hunian rumah pengungsi di Kelurahan Hewuli serta tidak jelasnya kelanjutan pembangunan hunian rumah pengungsi di Pulau Besar.

Kepala Bidang Hukum dan HAM Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Viktor Nekur menyitir penyalahgunaan dana pengungsi Rokatenda mencapai Rp 10.805.537.000.

Penyalahgunaan tersebut dalam dua bentuk yakni yang dikorupsi senilai Rp 2.585.610.000, dan yang berpotensi merugikan keuangan negara Rp 8.219.927.000.

DPC PKB, lanjutnya, memberikan kepercayaan kepada aparat kejaksaan untuk melakukan penyelidikan sehingga dugaan korupsi dana pengungsi Rokatenda ini bisa terungkap.

Merespon laporan itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Maumere Putu Nuryanto menjelaskan, pihaknya akan serius mendalami kasus ini.

Kata dia, ada sembilan jaksa yang diperintahkan untuk melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi ini.

“Kami sudah lakukan pengumpulan bahan dan keterangan. Sekarang ini lagi penyelidikan”, katanya sebagaimana dilansir Flobamora.net.

Menurut Nuryanto, kejaksaan telah mengambil keterangan dari 10 orang saksi, yang semuanya adalah pegawai pada Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka.

Kejaksaan masih akan terus melakukan pendalaman, dan terus akan meminta keterangan dari saksi-saksi lain, termasuk dari pihak-pihak terkait. (ARL/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini