Keluarga Pasien Kecam Pernyataan Direktur RSUD Ruteng

2
1489
Dokter Dupe Nababan, Direktur RSUD Ruteng
Dokter Dupe Nababan, Direktur RSUD Ruteng
Dokter Dupe Nababan, Direktur RSUD Ruteng

Floresa.co – Penjelasan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng (RSUD) terkait kasus pasien asal Cancar yang ditelantarkan selama 12 jam dikecam keras oleh keluarga pasien tersebut.

Korbinianus Molmen Nomer, anak dari pasien yang ditelantarakan itu, Philipus Nomer (74), meminta pihak RSUD untuk tidak main-main dengan masalah mutu pelayanan.

“Saya sangat kecewa dengan pernyataan Direktur RSUD Ruteng,” kata Korbi kepada Floresa.co, Kamis (8/1/2015).

Ia menanggapi pernyataan Dokter Dupe Nababan, Direktur RSUD Ruteng yang menyebut masalah yang menimpah keluarga Korbi merupakan masalah biasa dan bukan masalah terkait pelayanan.

“Masalah itu sudah diluruskan. Pelayanan tidak ada yang kurang, hanya soal komunikasi saja,” kilah Nababan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu kemarin.

Korbi mengingatkan, apa yang menimpa pihaknya adalah masalah besar.

“Sebagai keluarga pasien, ini merupakan masalah luar biasa karena menyangkut keselamatan orang tua saya yang sedang sakit”, katanya.

Ia mengaku heran dengan Dupe yang menyebut masalah yang mereka alami sebagai hal yang biasa.

“Kalau memang masalah ini sudah sering terjadi, kenapa tidak dibenahi sehingga tidak terulang lagi”, kata Korbi.

“Seandainya saat itu saya tidak marah-marah, mungkin orang tua saya sudah meninggal di IGD.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Philipus menunggu selama 12 jam untuk mendapat kamar perawatan di ruang VIP RSUD Ruteng pada Rabu (7/1/2015) kemarin. (Baca: 12 Jam RSUD Ruteng Telantarkan Pasien)

Mereka harus menunggu lama, lantaran lambannya petugas di RSUD menyiapkan kamar yang dijanjikan sebelumnya. Pasien ini pun harus menempati ruang di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Rabu mulai pukul 00.00 hingga pukul 12.00 WITA.

Kesal dengan hal itu, Korbi pun marah. Setelah itu, barulah cepat-cepat petugas mengarahkan pasien ke ruang VIP yang menurut Korbi sebenarnya sudah siap ditempati.

Di laman Page Facebook Floresa ketika berita terkait kasus penelantaran ini diunggah, seorang pengguna Facebook berkomentar, biasanya rakyat kecil selalu menjadi korban di RSUD Ruteng.

Kalau ada DP pasti lekas memberi kamar…biasanya yg miskin selalu menjadi korban penelantaran…kadang di sini juga sama…kasihan org2 yg tidak punya uang banyak…kalau ya akibatnya macam2…!!! Semoga cepat teratasi..kasihan pasien…”, kicau De Dedi, salah satu fans Page Floresa. (ARL/Floresa)

Advertisement

2 Komentar

  1. Mentalitas dan profesionalitas yang sangat rendah dan lamban sudah mengakar di berbagai tempat pelayanan publik. Demikian pula pelayanan yang PILIH KASIH, sudah menjadi darah daging. Rubahlah dan jadilah agen perubahan dalam lingkungan.

  2. Di RSUD Ruteng, Semua urusan administrasi rawat inap pasien diselesaikan setelah pasien keluar dr RS. Tidak ada DePe2an. Tolong pembuat berita tidak perlu memasukkan komentar fans page floresa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ini hanya jadi bahan provokatif. Terimakasih

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini