Keluarga Bupati Tote Sedang Hadapi Masalah Tanah

0
1044
Bupati Yosep Tote
Bupati Yosep Tote
Bupati Yosep Tote

Ruteng, Floresa.co – Status tanah milik Yosef Tote, Bupati Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini bermasalah. Tanah milik Bupati Tote yang berlokasi di Lingko Pinga, Ruteng Pu,u, kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong itu hingga kini sedang menjalankan perkaranya di Pengadilan Negeri Ruteng.

Permasalahan sampai di Pengadilan Negeri Ruteng lantaran terdakwa, masing-masing, Blasius Nambut (59), Yohanes Jehabu (45), Falensius Garus (50) dilaporkan telah melakukan upaya penyebrotan di tanah tersebut oleh Wihelmus Wagut, paman dari Sun Maria Sedia, yang adalah isteri Bupati Tote.

Dalam surat dakwaan dari Kejaksaan Negeri Ruteng dengan nomor: PDM -36/Ruteng/Ep.2/09/2014 yang diterima Floresa.co, Rabu (7/1/2015) disebutkan bahwa pada tahun 1950 saksi Wihelmus menerima warisan tanah dari orang tuanya. Setelah membuat sertifikat atas nama istri Wihelmus, tanah tersebut kemudian dihibahkan kepada Sun Maria Sedia, keponakannya.

Selanjutnya, dalam surat dakwaan tersebut, para terdakwa dinyatakan sudah melakukan upaya penyebrotan pada 2008 dengan masuk dan bekerja di dalam tanah milik Bupati Tote. Di situ, mereka menanam singkong dan jagung.

Namun saat dikonfirmasi di kediamannya di Ruteng Pu,u para terdakwa menyatakan, tanah itu bukan milik Wihelmus Wagut. Tanah itu sebut para terdakwa merupakan warisan orang tua mereka.

“Tanah itu adalah tanah warisan oleh Ndeang (Nenek dari terlapor) 1975 bukan 1950 kapada dua orang anak laki-lakinya. Mereka dibagikan dua ladang 1 tegalan di Lingko Pinga,” kata Blasius Nambut salah seorang terdakwa.

Kata Blasius, dalam sidang di Pengadilan Negeri Ruteng, Rabu kemarin, pihaknya sudah menghadirkan saksi sejarah, antara lain Salesius Pil, Gaspar Lempos, Antonius Praga.

“Tanah itu pembagian warisan, dari Nenek Wangga kepada dua orang anak laki-lakinya tahun 1975. Setelah Nenek Wangga meninggal, istrinya Ndeam membagikan tanah itu kepada Alosius Nggenok (ayah dari terdakwa),” kata Sales Pil, salah seorang saksi sejarah. (ADB/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini