Seorang Imam Unggah ke Facebook Foto Terkait Kejanggalan di Jalan Ruteng-Iteng

0
1209

Floresa.co – Banyak cara yang dilakukan untuk mengkritisi setiap kejadian di sekitar kita. Era sekarang, di mana perangkat teknologi informasi dan komunikasi makin canggih, siapapun bisa menyebar berita terkait apa yang disaksikan kepada khalayak umum.

Dan, media sosial seperti Facebook dan Twitter kerap dimanfaatkan untuk itu.

Hal itulah yang dilakukan Romo Bone Rampung Pr, seorang imam di Keuskupan Ruteng saat ia mengabadikan sejumlah hal miris yang ia jumpai di jalan dari Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai menuju Iteng, ibukota Kecamatan Satar Mese. (Baca juga: Baru Selesai Dua Bulan Diperbaiki, Jalan Ruteng-Iteng Rusak Lagi)

Lewat sejumlah foto yang ia ambil pada awal Januari ini, Romo Bone menyampaikan kritik, misalnya tentang rambu-rambu di jalan yang dipasang berdekatan, juga tentang kerusakan di sejumlah bagian jalan, serta tentang bangunan pasar yang kemudian berubah jadi tempat untuk ternak.

Berikut adalah foto-foto yang ia diambil Floresa.co dari akun Facebook Romo Bone.

Rambu-rambu ibarat tanaman jagung

Di foto ini, Romo Bone menulis.“Rambu-rambu lalu-lintas jalur Ruteng- Iteng menjelang akhir tahun 2014 ditanam ibarat tanam jagung karena bagitu banyak dan kesan memboroskan dana”, Ia melanjutkan, “Juga ditanam di dalam hutan karena jalur jalan tidak dibersihkan. Ironis memang,” lanjutnya.

Rambu-rambu seperti tanaman jagung

Jalan seperti kubangan

Foto berikut adalah gambaran situasi jalan, yang baru diperbaiki sekitar dua bulan lalu, namun kini rusak lagi. “Kondisi jalan Ruteng-Iteng, banyak ruas jalan berkubang lumpur,” tulis Romo Bone

Kondisi jalan Ruteng-Iteng yang rusak, meski baru diperbaiki baru-baru ini (Foto: Facebook Bone Rampung)

Materi longsor di jalan

Imam ini juga mengambil foto tanah bekas longsor yang menumpuk di pinggir jalan, tanpa ada yang berupaya untuk membersihkan bagian tanah itu. Tumpukan material longsoran yang dibiarkan pada beberapa titik jalur ruteng iteng yg menyebabkan air hujan mengaliri bahu jalsn,” tulisnya. Ia menambahkan komentar dengan nada kritik, “Kapan ditender para kontrsktor lagi?

Materi longsor tanpa ada yang membersihkan

Pasar berubah jadi kandang

Salah satu foto yang juga ia ambil adalah terkait sebuah bangunan pasar yang diterlantarkan, tak terurus dan berubah menjadi tempat ternak. Bone pun menulis,Kondisi bangunan pasar iteng yang sudah lama dibangun tetapi belum digunakan. Jadi tempat untuk hewan.”

Pasar berubah jadi kandang

(ARJ/ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini