Polda NTT Didesak Turun Tangan Terkait “Polemik Pajero Sport” di Polres Manggarai

0
712

PajeroFloresa.co – Pihak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) didesak untuk turun tangan dan mengambil sikap tegas terkait polemik mobil mewah merek Pajero Sport yang diberikan oleh Pemkab Manggarai Timur (Matim) kepada Polres Manggarai.

Niko Martin, aktivis antikorupsi di Matim mengatakan, jika tidak diselesaikan, polemik terkait mobil itu bisa meruntuhkan wibawa institusi kepolisian.

“Kita tahu, pemberian mobil itu sarat dengan dugaan gratifikasi, di mana persepsi publik saat ini adalah polisi bisa dibeli integritasnya”, kata Niko kepada Floresa.co, Senin (5/1/2015).

Ia menjelaskan, dugaan gratifikasi menguat karena mobil ini diberikan saat Polres Manggarai sedang menangani kasus dugaan korupsi 21 miliar dana APBD Perubahan 2012 Matim yang diduga melibatkan Bupati Yoseph Tote.

Dugaan ini kata dia, seakan dikonfirmasi, mengingat pejabat di Matim memberi informasi berbeda-beda terkait status mobil itu.

“Kabad Umum mengatakan mobil itu adalah hibah, tapi Sekda kemudian bantah, dan mengatakan mobil itu bentuk pinjam pakai. Sementara bupati sendiri tidak jelas. Jawaban berbeda-beda itu bentuk reaksi orang yang sedang kalang kabut”, kata Niko.

Ia mengatakan, dirinya yakin, ada maksud tertentu di balik pemberian mobil itu.

“Karena jika tidak ada maksud tersebunyi pasti pejabat di Matim tidak gelapan saat ditanya,” ujarnya.

Dari jawaban mereka yang berbeda-beda, kata Niko, sebenarnya itu adalah bentuk pengakuan bahwa benar ada yang tidak beres dengan pemberian mobil itu.

“Hanya saja, sampai sekarang, mereka masih saja ngotot berusaha membela diri. Bupati misalnya ngotot bilang itu sudah dibahas di DPRD, padahal semua sudah membantah. Ini bupati macam apa?”, tegas Niko, yang juga mantan Anggota DPRD Matim periode 2009-2014 itu.

Ia menegaskan, melibatkan institusi kepolisian yang membawahi Polres Manggarai adalah hal mendesak, mengingat  ke depan, sangat sulit untuk percaya lagi pada Polres Manggarai.

“Saya yakin, publik akan selalu mengenang soal mobil ini. Dan, bukankah ini sebuah ancaman terhadap legitimasi peran polisi sebagai penegak hukum”, katanya. (ARL/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini