Gua Cingcoleng di Lamba Leda, jadi salah satu tempat wisata favorit umat Katolik Manggarai

Floresa.co – Banyak alternatif tempat berziarah di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gua-gua Maria bertebaran di daerah dengan mayoritas penganut Katolik ini.

Salah satu tempat yang layak dikunjungi untuk berziarah adalah Gua Maria Cingcoleng di dekat Benteng Jawa, ibukota Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Banyak umat Katolik datang berziarah ke tempat ini. Mereka tak hanya dari Kabupaten Manggarai Timur tetapi juga dari Kabupaten Manggarai, dan Manggarai Barat.

Dari sekian banyak Gua Maria di wilayah Manggarai Raya, Gua Maria Cingcoleng memang menjadi salah satu tempat ziarah favorit.

Selain karena tentu saja ada arca Bunda Maria di dalamnya, juga karena panorma alam di sekitarnya yang menawan.

Suasannya pun hening sehingga para peziarah bisa lebih kidmad berdoa rosario.

Gua ini secara adiministrasi pemerintah, berada di Kampung Ketang, Desa Tengku Leda, Kecamatan Lamba Leda. Sedangkan secara adiministrasi Gereja, ia terletak di Paroki Benteng Jawa, Kevikepan Borong, Keuskupan Ruteng.

Jika berkunjung ke tempat wisata religi ini, bisa  ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat baik dari Ruteng maupun dari Borong. Jarak dari Ruteng sejauh 57 km, dapat ditempuh dalam 2 jam. Jarak dari Borong sejauh 74 km, dapat ditempuh dalam 2,5 jam. Jalan yang dilalui cukup bagus.

Dari Benteng Jawa anda menambah lagi perjalanan menuju utara sepanjang tiga kilo meter hingga tiba di Gua Cingcoleng.

Sampai di gua ini, mata Anda akan dimanjakan oleh suguhah indahnya panorama hutan Werwitu yang berhadapan dengan persawahan warga kampung Ketang.

Masuk ke situasi di gua, di sini terdapat dua lubang pandang.

Lubang pertama ada di sebelah kanan patung Maria yang panjangnya kurang lebih dua kilometer dan menembus ke gua alam Werwitu yang berada di bagian timur.

Panjang lubang ini 2000 km. “Namun sejauh ini pengunjung hanya bisa masuk sampai sejauh 600 meter karena lubang gua makin menyempit dan suhu yang dingin di lubang di kanan Patung Maria ini,” tutur Runsalius Janggur seorang pengunjung saat bertemu dengan Floresa.co pada 1 Januari 2015 lalu.

Sementara, lubang kedua berada di sisi kiri patung Maria dengan panjang sekitar 300 meter.

Cingcoleng dinilai sangat cocok untuk menjadi tempat pilihan destinasi religi.

Sebuah patung Bunda Maria setinggi 1,5 meter ditempatkan di bibir gua. Selain itu, ada juga sebuah kapel serta jalur untuk prosesi jalan salib.

Gua Cingcoleng menjadi habitat ribuan kelelawar.  Di dalam gua ini terdapat mata air yang mengalir keluar dan menjadi sumber air. Sama halnya dengan gua-gua kebanyakan, stalaktit dan stalagmit menjadi suguhan yang menambah keindahan gua ini.

Selain sebagai tempat ziarah bagi umat katolik, pengunjung di Gua Cingcoleng juga bisa melakukan aktivitas lain seperti menelusuri bagian dalam gua, tracking di daerah pertanian di sekitar gua. (PTD/Floresa)

Advertisement

2 Komentar

  1. Luar biasa, kombinasi antara berita kritik dengan berita pariwisata sangat bagus!

  2. Setuju dengan pengangkatan aset wisata daerah dan budaya. Flores layak dijual sebagai tempat pariwisata….utk crew floresa.co terima kasih atas keberimbangan berita kritis dan berita promosi asetnya. Mudah2an Cingcoleng ini semakin diminati dan serius dikelolah Pemkab Matim!.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini