[Kaleidoskop dan Proyeksi] Ketika Integritas Kepolisian dan Kejaksaan Luntur, Apa Kabar Penegakan Hukum?

0
484
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Floresa.co menghadirkan laporan khusus berupa kajian dan proyeksi terhadap isu-isu yang sudah, sedang dan akan dihadapi masyarakat Flores khususnya dan NTT umumnya. Kajian ini yang dilaporkan berseri merupakan hasil kerja sama tim riset Floresa.co.

Floresa.co – Wibawa institusi kepolisian dan kejaksaan akan mampu dijaga, ketika keduanya benar-benar menjalankan peran sebagai penegak hukum.

Bahaya mengintai ketika keduanya gagal mewujudkan peran itu, apalagi bila mereka justeru ikut menjadi pelaku pelanggaran hukum. Otomatis, runtuhlah wibawa keduanya.

Perihal, keruntuhan wibawa kedua institusi itu, kiranya mulai tampak dari beberapa kasus yang terjadi sepanjang 2014.

Di Manggarai Barat (Mabar) pada Selasa (9/12/2014), para wartawan melakukan aksi walk out saat Kejaksaan Negeri Labuan Bajo menggelar konferensi pers pada Hari Anti-Korupsi Sedunia. Aksi itu dilakukan lantaran kesal dengan isi konferensi pers itu, yang menurut mereka tidak berbeda jauh dengan konferensi pers tahun 2013 lalu.

Kejaksaan dianggap gagal menghadirkan kemajuan dalam menangani sejumlah kasus. Daripada memberitakan hal yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, para wartawan pun memilih keluar dari ruang konferensi pers.

Sementara itu, yang didalami kepolisian lebih miris lagi. Lagi-lagi di Labuan Bajo, para wartawan melakukan aksi unjuk rasa, merespon aksi oknum polisi yang mengancam wartawan.

Aksi itu bermula dari ancaman seorang polisi bernama Bripka M Lukman terhadap seorang wartawan yang bermaksud meminta informasi terkait dugaan Lukman dalam pengerjaan tembok penahan jalan negara di Mamis  – bagian dari ruas jalan Labuan Bajo-Ruteng.

Bukannya memberi penjelasan, ia malahan mengancam wartawan itu.

Perlawanan terhadap kepolisian juga terjadi di Ruteng, ketika Kapolres Manggarai menunjukkan watak arogan berhadapan dengan para wartawan yang meminta penjelasan terkait pemberian mobil mewah merek Pejero Sport dari Pemda Manggarai Timur (Matim).

Para wartawan kala itu ingin meminta respon terkait tudingan sejumlah pihak bahwa Pajero itu merupakan gratifikasi, berhubung diberikan ketika Polres sedang menangani kasus dugaan korupsi 21 miliar dana APBD Perubahan Matim 2013.

Dalam kasus perdagangan manusia (human trafficking) yang menyeret Brigpol Rudy Soik, juga terkuak dugaan keterlibatan polisi sendiri dalam bisnis yang menginjak-injak martabat manusia itu.

Belum lagi kasus-kasus lain, seperti di Lembata, di mana warga menduduki kantor polisi, lantaran dianggap tidak independen, tidak profesional dan bahkan dinilai melakukan praktek kriminalisasi.

Sejumlah kasus ini memperlihatkan gejala yang sama: kepercayaan terhadap penegak hukum sudah luntur. Para penegak hukum tak lagi dianggap sebagai subjek yang bisa benar-benar membuat hukum berwibawa. Sebaliknya, ada kecurigaan bahwa kepolisian dan kejaksaan, sudah ikut bermain, dan bahkan melanggengkan praktek pelanggaran hokum.

Kapolda NTT, Endang Sunjaya rupanya suda menangkap gejala ini, ketika saat  upacara pelantikan 718 bintara menjadi brigadir polisi dua (Bripda) di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Kupang, Senin (29/12/2014), ia menegaskan, polisi harus tetap menjaga citra saat bertugas di lapangan.

“Dibutuhkan anggota polisi yang profesional, cerdas dan andal. Tugas polisi harus dijadikan amanah,” tegas Kapolda Endang.

Pernyataan Kapolda, sudah seharusnya menjadi catatan bagi pihak kepolisian, agar benar-benar menjalankan fungsi dan peran mereka, sebagai penegak hukum.

Tuntutan untuk profesional, bersih, dan memegang teguh prinsip keberpihakan pada kebenaran, tentu mesti selalu disadari oleh para penegak hukum.

Karena toh, mereka sudah tak lagi layak disebut penegak hukum, ketika mereka malah menghambat penegak hukum, dan bahkan ikut menjadi pelaku di dalamnya.

Di 2015 ini, kinerja mereka akan dipertarukan: apakah terus memperburuk citra yang sudah kian parah atau membangkitkan lagi harapan dan respek publik terhadap mereka. (ARL/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini