Satu TKI Meninggal Dalam Insiden Kapal Tenggelam di Riau

1
565

mayatJakarta,Floresa.co – Sebuah kapal pengangkut Tenaga Kerja Indoensia (TKI) tujuan Malaysia dilaporkan tenggelam di Laut Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau pada Selasa (30/12/2014). Laporan media setempatnya menyebutkan total ada 11 calon TKI yang diangkut kapal tersebut.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, 7 diantaranya dipastikan berasal dari Desa Lando, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Dari tujuh orang tersebut, lima diantaranya selamat, sementara dua lainnya masih belum ditemukan.

SuaraKepri.com melaporkan  dari total 11 penumpang  tersebut, satu orang ditemukan tewas, lima selamat yang antara lain berasal dari Manggarai, dan lima lainnya masih dalam pencaraian, termasuk dua dari Manggarai.

Korban yang tewas, yang belum dipastikan identitasnya saat ini berada di Rumah Sakit Umum Provinsi Kepulauan Riau di kota Tanjung Pinang.

Lima orang TKI yang ditemukan selamat adalah Hironimus Jonay, Maksimus, Fidelis Daiman, Finsensius Dedy dan Eka. Mereka kini dirawat di Puskesmas Berakit.

Salah satu korban yang belum ditemukan adalah Lasarus Danggang, kakak kandung dari Yohakim Jehati, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai.

Komandan Pos Angkatan Laut Tanjunguban, Kapten Ibnu, mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pencarian terhadap seluruh korban TKI  yang belum ditemukan.

“Mudah-mudahan bisa kita temukan semuanya,” jelas Ibnu.

Lokasi tenggelamnya kapal tersebut adalah  di laut di utara Berakit tepatnya dekat Pulau Sumpat. Pada Selasa 30 Desember 2014 pagi sekitar pukul 09.00 seorang nelayan di Berakit menemukan seorang penumpang yang sudah jadi mayat dan 5 orang lainnya ditemukan selamat.

Kapal tersebut berangkat menuju Malaysia pada Senin (29/12/2014). Naasnya, di tengah laut kapal cepat itu (speed boat) itu dihantam gelombang tinggi sehingga kapal terbalik. (PTD/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

  1. perdagangan manusia di NTT masi berlanjut….ada saudara anggota DPRD dan semoga z kasus ini membuka mata sang dewan agar sedia menjadi garda terdepan menghentikan bisnis manusia berkedok TKI

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini