Jangan Jadikan Bencana Untuk Menghujat Pemerintah

0
431

longsor3

Jakarta, Floresa.co –  Menjelang akhir tahun 2014, bencana datang bertubi-tubi di sejumlah tempat di Indonesia, dimulai dari longsor bukit di Banjar Negara Jawa Tengah, terbakarnya pasar Klewer di Solo hingg terakhir kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 di perairan Kalimantan. Ironisnya, bukannya mendoakan korban yang terkena musibah, bencana beruntun ini justru dipolitisasi oleh oknum-oknum tertentu untuk menghujat pemerintahan Jokowi-JK yang baru berumur dua bulan.

Menurut Fadly Zein, Korlap Komunitas Masyarakat Pecinta Negeri (KMP Negeri), tindakan orang-orang yang mempolitisasi bencana untuk menghujat pemerintah, adalah tindakan orang yang tidak punya prikemanusiaan.

“Seharusnya, mereka berempati terhadap korban, bahu membahu dengan pemerintah untuk meringankan beban korban, minimal dengan berdoa untuk keselamatan semua,” kata Fadly Zein dalam aksi damai “Resolusi 2015” di Bundaran HI, Rabu (31/12).

Dia menduga, orang-orang yang ‘nyinyir’ dan terkesan menyalahkan pemerintah, adalah mereka yang masih belum bisa move on karena kecewa dengan hasil Pilpres yang memenangkan Jokowi-JK sebagai Presiden.

“Pilpres sudah selesai ketika presiden dilantik. Marilah bersama-sama dengan pemerintahan baru membangun bangsa. Jangan sampai Pilpres nya sehari, tetapi gilanya 5 tahun karena tidak terima hasil Pilpres, sehingga yang setiap hari keluar dari hatinya hanya mencari-cari keburukan Jokowi,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa KMP Negeri diwarnai dengan membagi-bagikan bunga mawar kepada pengendara yang melintas di Bundaran HI, sebagai symbol harapan kedamaian pada 2015 di bumi Indonesia sehingga pemerintah dapat melakukan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Pengunjuk rasa juga menggelar spanduk bertuliskan “Jangan jadikan bencana untuk menghujat pemerintah”, “Semoga Tahun 2015 Pemerintah Bisa Bekerja Lebih Efektif dan Pro Rakyat”, “Rakyat Ingin Jokowi-JK tetap merakyat di Tahun 2015”, “Semoga 2015, DPR Waras, bukan mencari Syahwat kekuasaan”, dan “2015 : Pemerintah Kuat, DPR Sehat, Rakyat Sejahtera”. (ARJ/Floresa).

 

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini